SERAMBI LAMPUNG – Jelang pertengahan Oktober, Realisasi penyerapan APBD Kabupaten Lampung Selatan tahun anggara 2026 baru mencapai angka sekitar 58 persen.
Berdasarkan data dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lampung Selatan, tercatat hingga 13 Oktober, realisasi APBD baru menyentuh angka sebesar Rp1.341.853.969 614,28 dari Rp2.292 540.483.746,86 atau sekitar 58,53 persen.
Sementara itu, anggaran pendapatan daerah baru tercapai Rp1.619.606.390.306,42 dari Rp2.025.192.048.365,68 atau sebesar 79,97 persen.
Meskipun terbilang rendah, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto masih yakini jika realisasi penyerapan APBD tersebut akan meningkat, pada waktunya.
“Iya, ini sedang kita evaluasi. Peningkatan itukan sedang berproses dan tengah berjalan,” ujanya, Rabu, 14 Oktober 2026.
Dia menyampaikan, penyerapan tertinggi berasal dari pembangunan fisik yang diklaim sedang berproses.
“Iya, udah berjalan, tapi pencairannya belum. Nah, sektor pembangunan fisik itu yang paling besar,” kata Supriyanto.
Ketika ditanya, lambatnya penyerapan APBD ini dapat saja berpotensi Silpa diangka yang tidak sedikit, Ia masih yakin hal itu masih belum dapat dipastikan.
“Nanti dulu, proses inikan masih berjalan terus nih, potensi silpa itu akan ketahuan beberapa saat kedepan-lah, sekarang inikan masih dapat dikejar. Kalau ada indikasi Silpa, kita upayakan tidak sampai kearah kesana,”jelasnya.
Ia pun optimis jika pada waktunya realisasi APBD Tahun anggaran 2026 akan berjalan dengan semestinya. Namun untuk Silpa pihaknya tidak dapat memberikan jaminan.
“Kalau silpa-kan pasti selalu ada. Tapi, tidak terlalu besar-lah. Artinya, program-program yang dirancang bisa dilaksanakan,”tegasnya. (MAN)









