DTPH -Bun Lamsel Belum Bisa Mendata Padi Puso

- Jurnalis

Rabu, 22 Januari 2025 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serambi Lampung.Com – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPH – Bun) Kabupaten Lampung Selatan hingga kini belum dapat mendata tanaman padi yang puso. Pasalnya, air yang merendam lahan persawahan belum surut.

Hal ini dikatakan Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPH -Bun Lampung Selatan Eka Saputra, Rabu, 22 Januari 2025, ketika dihubungi via aplikasi Whatsapp -nya.

Menurut dia, air yang merendam lahan persawahan belum surut. Bahkan, ada air yang baru masuk di wilayah Kecamatan Sragi, Lampung Selatan.

Baca Juga :  Exploring Bandung's Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

“Jadi, belum bisa diprediksi apakah tanaman padi yang terendam puso atau tidak,”ujarnya.

Disinggung apa upaya yang telah dilakukan DTPH – Bun Lampung Selatan, Eka mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Lamsel.

“Bahkan, kami juga dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) terkait tanggul yg jebol. Hingga kini masih proses pengerjaan untuk menutup tanggul yang jebol,”katanya.

Baca Juga :  Lampung Selatan Jadi Tuan Rumah Ajang MTQ ke-53 Tingkat Provinsi Lampung

Sebelumnya, diberitakan lahan sawah yang terdampak banjir berada 4 Kecamatan meliputi Kecamatan Candipuro seluas 476 hektare, Kecamatan Tanjungsari seluas 200 hektare, Kecamatan Way Sulan seluas 130 hektare dan Kecamatan Palas seluas 1.422 hektare. Maka, total lahan sawah tendam banjir mencapai 2.228 hektare. (MAN).

Follow WhatsApp Channel serambilampung.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Lampura Siap Sukseskan HPN dan Porwanas 2027
KONI Lampung Matangkan Venue Porprov X 2026, Upayakan Tanpa Sewa
Rocky Gerung Ingin Taruna/i Pahami Tiga Konsep Pemaknaan Pengelolaan Tanah
Tak Sekadar Ilmu Pertanahan, Rocky Gerung Nilai Taruna/i Politeknik Agraria STPN Belajar Banyak Disiplin Ilmu
Tradisi Dialektika Berpikir Tidak Boleh Mati di Mana pun Berada
Eva Diana Pimpin PBVSI Lampung, Pembinaan Atlet Jadi Prioritas
Gunung Anak Krakatau Masih Fluktuatif, Pemprov Lampung Belum Terapkan WFH bagi ASN
Pimpin Entry Meeting BPK, Marindo: Anggaran Harus Tepat Sasaran
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 20:21 WIB

Pemkab Lampura Siap Sukseskan HPN dan Porwanas 2027

Senin, 7 September 2026 - 22:47 WIB

KONI Lampung Matangkan Venue Porprov X 2026, Upayakan Tanpa Sewa

Senin, 7 September 2026 - 21:45 WIB

Rocky Gerung Ingin Taruna/i Pahami Tiga Konsep Pemaknaan Pengelolaan Tanah

Senin, 7 September 2026 - 21:24 WIB

Tak Sekadar Ilmu Pertanahan, Rocky Gerung Nilai Taruna/i Politeknik Agraria STPN Belajar Banyak Disiplin Ilmu

Senin, 7 September 2026 - 20:55 WIB

Tradisi Dialektika Berpikir Tidak Boleh Mati di Mana pun Berada

Berita Terbaru

Bupati Lampura Hamartoni memberikan dukungan kepada PWI Lampung pada HPN dan Porwanas 2027 mendatang

Lampung Utara

Pemkab Lampura Siap Sukseskan HPN dan Porwanas 2027

Selasa, 8 Sep 2026 - 20:21 WIB

Pendidikan

Sri Sultan Hamengkubuwono X: Indonesia Butuh Insan Pertanahan

Selasa, 8 Sep 2026 - 09:00 WIB

Wakil ketua II KONI Lampung Riagus Ria saat rapat koordinasi persiapan Porprov Lampung X 2026. (Dok Humas KONI).

Bandar Lampung

KONI Lampung Matangkan Venue Porprov X 2026, Upayakan Tanpa Sewa

Senin, 7 Sep 2026 - 22:47 WIB