SERAMBI LAMPUNG.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung mendorong Kejuaraan Daerah (Kejurda) Padel Lampung 2026 menjadi titik awal pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Ajang ini dinilai menjadi momentum penting setelah padel resmi masuk dalam daftar cabang olahraga PON mendatang.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mengapresiasi langkah Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) Lampung yang baru dilantik namun langsung menggelar kejuaraan sebagai program pembinaan.
“Kejurda Padel menjadi bukti keseriusan organisasi dalam membangun pembinaan atlet melalui kepengurusan yang telah terbentuk di 15 kabupaten/kota di Lampung,” kata Marindo di Dome Sport Arena, Bandar Lampung, Sabtu (25/7/2026).
Senada, Kepala Bidang Pembinaan Prestasi KONI Lampung Yopi Hutomo Bhakti mengatakan masuknya padel ke PON 2028 harus dimanfaatkan Lampung untuk mempersiapkan atlet sejak dini agar mampu bersaing di tingkat nasional.
Menurut Yopi, padel berpeluang dipertandingkan sebagai cabang olahraga ekshibisi pada Porprov Lampung 2026. Kesempatan itu dinilai dapat menjadi panggung bagi atlet-atlet muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkuat proses seleksi menuju babak kualifikasi PON 2028.
“Padel dapat dipertandingkan sebagai cabang ekshibisi pada Porprov Lampung 2026 sehingga menjadi wadah lahirnya atlet-atlet potensial,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembinaan tidak cukup hanya mengandalkan kejuaraan resmi yang digelar PBPI. Kehadiran klub dan akademi padel di berbagai daerah juga dibutuhkan agar kompetisi berlangsung berkelanjutan dan regenerasi atlet terus berjalan.
Kejurda Padel Lampung 2026 diikuti 48 atlet yang terbagi dalam 16 pasangan putra dan delapan pasangan putri. Para peserta berasal dari tujuh kabupaten/kota, yakni Bandar Lampung, Metro, Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Pringsewu.(hms).









