BANDAR LAMPUNG – Taekwondo Lampung mulai memperkuat fondasi pembinaan menuju target prestasi 2028 dan 2032. Salah satunya dengan meningkatkan kompetensi pelatih melalui Sertifikasi dan Pelatihan Dasar Pelatih Tingkat Nasional.
Kegiatan yang digelar Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Lampung, Senin (21/9/2026), itu diikuti 126 peserta dari 15 kabupaten/kota di Lampung serta sejumlah provinsi di Sumatera.
Ketua Bidang Pendidikan, Penataran, Litbang Olahraga dan Sport Science KONI Lampung, Dr. dr. Khairunnisa Berawi, M.Kes., AIFO, mengatakan peningkatan kualitas pelatih menjadi bagian penting dalam membangun prestasi atlet.
“Ini kegiatan yang sangat positif. Tujuannya bukan cuma meningkatkan prestasi Provinsi Lampung, tetapi juga prestasi di tingkat nasional,” ujar Khairunnisa.
Kabid Perwasitan, Diklat, dan Pengembangan PBTI Pusat, Mukhlis Ba’alwi, mengatakan pelatihan tersebut juga mendorong pelatih meninggalkan pola pembinaan secara otodidak.
“Atlet yang dilatih dengan baik dari dasar di provinsi atau tempat latihan paling dasar diharapkan bisa sampai ke level atlet nasional. Salah satunya melalui penggunaan sport science,” kata Mukhlis.
Ketua Pengprov TI Lampung, Ali Hanafiah, menyebut Lampung kembali menjadi tuan rumah kegiatan nasional setelah terakhir mendapat kesempatan pada 1998.
“Kami sangat bersyukur karena sekian lama, baru 2026 ini bisa menjadi tuan rumah kembali,” ujarnya.
Ali berharap pelatih bersertifikat dapat memperkuat pembinaan atlet junior sekaligus menyiapkan regenerasi.
“Kalau pelatihnya bersertifikasi dan kompeten, kita harapkan bisa memunculkan bibit-bibit junior untuk jangka panjang 2032. Untuk 2028 sendiri, kami sudah siapkan tim terbaik. Mudah-mudahan bisa mengharumkan nama Lampung,” pungkasnya. (Red).










