SERAMBI LAMPUNG – Warga RT/RW: 07/02, Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan kecewa dengan pelayanan PLN. Pasalnya, tegangan listrik tidak stabil.
Kondisi ini sudah dirasakan 20 warga setempat sejak lama. Namun, tidak ada upaya perbaikan dari pihak PLN ranting Ketapang dan PLN cabang Kalianda, Lampung Selatan.
Pelanggan PLN khususnya RT/RW:02 Desa Sripendowo harus menikmati listrik hanya berkapasitas 160-180 Volt setiap harinya dan jauh dari kata normal dengan tegangan listrik 220 Volt.
Kondisi ini sangat membahayakan bagi warga yang memiliki alat-alat elektronik seperti TV, Kulkas, mesin penyedot air, komputer dan alat elektronik lainnya karena tegangan listrik tidak normal 220 Volt.
“Kondisi ini sudah bertahun-tahun kami rasakan tapi pihak PLN tidak ada upaya perbaikan. Ada sekitar 20 rumah warga di RT:07 Desa Sripendowo ini merasakan hal yang sama. Tegangan listrik pada sore sampai malam hanya mampu 160-180 Volt. Padahal, kalau tegangan listrik normal 220 Volt,” kata Nyoman Sante, pelanggan PLN desa setempat, Selasa, 6 Oktober 2026.
Hal senada dikatakan Kadek Cenik. Kadek mengaku penggunaan arus listrik dilakukan secara bergantian dengan alat elektronik lainnya.
“Kalau sore menjelang malam tidak bisa dipakai bersamaan misalnya menghidupkan mesin pompa air (sanyo) dan alat elektronik lainnya seperti kulkas. Salah satu harus dimatikan dulu,” kata Kadek.
Bahkan dengan kondisi arus tegangan listrik yang tidak stabil itu, kulkas jadi rusak. “Parahnya lagi ketika kami sedang melaksanakan hajatan keluarga atau hari raya yang membutuhkan arus listrik dengan tegangan tinggi ,”ujarnya.
Pelanggan PLN desa setempat juga mengeluhkan sistem jaringan kabel listrik yang ada saat ini. Sebanyak 20 rumah di desa setempat sistem jaringannya hanya melalui rumah kerumah tanpa melalui jaringan kabel listrik besar.
“Jaringan listrik disini hanya disambungkan dari rumah-kerumah tanpa langsung tersambung ke kabel besar yang ada ditiang listrik. Padahal, tiang listrik sudah berdiri tapi kabel besar tidak dipasang. Buat apa pasang tiang. Tapi, kabel listrik besar tidak di pasang. Sehingga kami harus nyambung dari rumah kerumah,” tutur warga setempat kecewa.
Terkait keluhan tersebut, warga melaporkan kejadian itu kepada petugas PLN Ranting Ketapang. Namun petugas tersebut mengarahkan warga untuk melapor langsung ke kantor PLN cabang Kalianda.
Kepala Supervisor Teknik PLN Cabang Kalianda, Wanson, mengatakan pihaknya akan mencari solusi setelah penyebab naik turunnya tegangan ditemukan.
“Kami akan turunkan tim untuk cek kondisi di lapangan. Kalau sudah ketemu penyebabnya apakah karena beban berlebih, jarak jaringan jauh, atau kabel, akan kita carikan solusinya,” ujar Wanson.
Tim teknisi PLN Cabang Kalianda turun kelokasi pada Selasa, 6 Oktober 2026. Terlihat tim teknisi PLN melakukan pengecekan dan melakukan beberapa perbaikan, namun hasilnya tetap tidak ada perubahan. Warga tetap kecewa atas pelayanan PLN karena tegangan listrik belum normal 220 Volt atau masih dikisaran 160-180 Volt.
“Tim teknisi kami sudah turun ke lokasi dan melakukan beberapa perbaikan termasuk penarikan kabel sepanjang 100 meter dan pemindahan serian. Untuk hasilnya melalui eviden petugas teknisi cuma naik 10 volt,” kata Wanson.
Menurut Wanson, untuk memperbaiki tegangan listrik hingga normal 220 Volt dibutuhkan penarikan kabel perbaikan tegangan dan seri banyak.
“Untuk menormalkan arus tegangan listrik di sana, saya gambar dan usulkan untuk perbaikan dilokasi pak, karna butuh penarikan kabel perbaikan tegangan dan seribanyak pak,” katanya yang menyebutkan pihaknya akan mengusulkan perbaikan ke UP3 Tanjung Karang. (Rilis)









