PHC Ubah Wajah Perkebunan Kopi Lampung, Gubernur Mirza Dorong Produktivitas Kopi Meningkat

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Barat – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal terus mendorong transformasi sektor perkebunan melalui penerapan inovasi teknologi ramah lingkungan guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kopi.

Salah satu langkah tersebut ditunjukkan saat Gubernur meninjau Kebun Induk Hanakau milik UPTD Balai Benih dan Kebun Induk (BBKI) Dinas Perkebunan Provinsi Lampung di Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, Kamis (9/7/2026).

 

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin beserta jajaran Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Rombongan berkeliling melihat langsung kebun kopi yang menjadi pusat percontohan, penelitian, sekaligus pengembangan benih kopi unggul di Provinsi Lampung.

 

Kebun Induk Hanakau menjadi salah satu sentra pengembangan kopi yang menerapkan berbagai metode budidaya modern dan teknik perawatan tanaman untuk meningkatkan produktivitas maupun kualitas hasil panen.

 

Di lokasi tersebut dikembangkan dua jenis kopi utama, yakni robusta dan arabika. Untuk kopi robusta, tersedia sejumlah klon unggul nasional seperti BP 939, BP 936, BP 534, dan BP 436 sebagai sumber benih berkualitas. Selain itu, kebun ini juga mengembangkan klon lokal potensial seperti Kopi Bagio, Turun Ujung, Bodong, dan Tugu Sari yang dipersiapkan menjadi varietas unggul bersertifikat. Sementara sekitar 200 batang kopi arabika ditanam sebagai uji adaptasi di kawasan dataran tinggi Sukau.

Baca Juga :  Gubernur Lampung Ajak PPAD Bersinergi Wujudkan Lampung Maju Menuju Indonesia Emas

 

Dalam dialog bersama para petani, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal memperkenalkan inovasi Pupuk Hayati Cair (PHC) yang kini mulai diterapkan di Kebun Induk Hanakau. PHC merupakan pupuk organik berbasis mikroorganisme lokal yang diproduksi dari bahan-bahan ramah lingkungan, seperti limbah kelapa, limbah kedelai, dan air cucian beras.

 

Menurut Gubernur, penggunaan PHC mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman secara signifikan, membuat daun lebih hijau, mempercepat pembungaan, memperbesar ukuran buah, serta memperbaiki kesuburan tanah sehingga ketergantungan terhadap pupuk kimia dapat dikurangi.

 

Sebagai bentuk dukungan kepada petani, Gubernur juga menyerahkan sampel PHC dalam kemasan botol agar dapat langsung diuji coba pada lahan masing-masing.

 

Penerapan PHC di Kebun Induk Hanakau telah dimulai sejak 2025 pada lahan percontohan seluas dua hektare. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tanaman yang tidak menggunakan PHC.

 

Salah satu capaian yang paling menonjol adalah percepatan masa produksi tanaman kopi. Bibit yang umumnya baru mulai berbuah dan dipanen setelah tiga tahun, kini mampu menghasilkan buah pada usia 1,5 hingga dua tahun.

Baca Juga :  Lampung Perkuat Daya Saing Lewat Investasi Industri Hilir

 

“Buah kopi terlihat lebih besar, kualitasnya lebih baik, serta pertumbuhan tanaman lebih optimal,” ujar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.

 

Gubernur menegaskan bahwa inovasi pertanian seperti PHC menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat daya saing sektor perkebunan sekaligus meningkatkan pendapatan petani melalui penerapan teknologi yang murah, mudah diterapkan, dan ramah lingkungan.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur terhadap pengembangan komoditas kopi di Lampung Barat.

 

“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Bapak Gubernur Lampung yang telah hadir langsung di Kebun Induk Hanakau untuk melihat potensi kopi Lampung Barat,” ujarnya.

 

Menurut Mad Hasnurin, kehadiran Gubernur menjadi motivasi bagi para petani sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas kopi melalui inovasi Pupuk Hayati Cair.

 

“Kami berharap program ini dapat terus dikembangkan sehingga kesejahteraan petani kopi semakin meningkat dan kopi Lampung Barat semakin berdaya saing,” pungkasnya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Follow WhatsApp Channel serambilampung.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Lampung Perkuat Pertanian Modern untuk Tingkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani
Pemprov Lampung Dorong Potensi Desa di Lampung Barat melalui Program “Desaku Maju
Wagub Jihan Nurlela Dorong Mahasiswa Lampung Bangun Mindset Adaptif di Era Digital
Pemprov Lampung Perkuat Infrastruktur Jalan, Tekan Biaya Logistik dan Buka Akses Ekonomi
Gubernur Cup 2026 Dibuka, Gubernur Mirza: Kompetisi Adalah Jalan Meningkatkan Kualitas Generasi Muda
Gunung Anak Krakatau Masih Fluktuatif, Pemprov Lampung Belum Terapkan WFH bagi ASN
Pimpin Entry Meeting BPK, Marindo: Anggaran Harus Tepat Sasaran
Azah Rawan Sangun Nahkodai Samsat Kalianda, Bawa Harapan Baru Optimalisasi Pelayanan Pajak di Lampung Selatan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 15:16 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Pertanian Modern untuk Tingkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani

Selasa, 29 September 2026 - 15:19 WIB

Pemprov Lampung Dorong Potensi Desa di Lampung Barat melalui Program “Desaku Maju

Senin, 28 September 2026 - 15:24 WIB

Wagub Jihan Nurlela Dorong Mahasiswa Lampung Bangun Mindset Adaptif di Era Digital

Senin, 28 September 2026 - 15:22 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Infrastruktur Jalan, Tekan Biaya Logistik dan Buka Akses Ekonomi

Minggu, 27 September 2026 - 15:27 WIB

Gubernur Cup 2026 Dibuka, Gubernur Mirza: Kompetisi Adalah Jalan Meningkatkan Kualitas Generasi Muda

Berita Terbaru

Kepala Dinkes Lampung Selatan Devi dan jajaran tengah menghadapi tim orado PWI Lamsel

Lampung Selatan

Dinkes dan PWI Lamsel Gelar Latihan Orado

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:31 WIB

Oplus_131072

Lampung Selatan

Kades Pematang Baru Masih Kosong

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:57 WIB