KONI Lampung Seleksi Ketat Atlet Bela Diri, Nilai Fisik Minimal 80 Jadi Syarat ke PON Manado

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto: sejumlah atlet Beladiri mengikuti Tes fisik. (Dok Humas KONI Lpg).

Poto: sejumlah atlet Beladiri mengikuti Tes fisik. (Dok Humas KONI Lpg).

SERAMBI LAMPUNG.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung mulai menggelar tes fisik bagi atlet cabang olahraga bela diri yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026 di Manado, Sulawesi Utara.

Tes fisik yang berlangsung di KONI Lampung, Kamis (20/8/2026), diikuti atlet dari empat cabang olahraga, yakni tinju, anggar, hapkido, dan kick boxing. Sementara pada Jumat (21/8/2026), tes dilanjutkan bagi atlet muaythai, kurash, serta bela diri campuran atau Mixed Martial Arts (MMA).

Ketua Pelaksana Tes Fisik KONI Lampung, Yopi Hutomo Bhakti, mengatakan tes tersebut menjadi bagian penting dari proses seleksi untuk menentukan atlet yang dinilai layak memperkuat kontingen Lampung di PON Bela Diri.

Menurut Yopi, hasil sementara menunjukkan adanya peningkatan kondisi fisik atlet dibandingkan persiapan menuju PON Bela Diri sebelumnya.

“Alhamdulillah, dari beberapa pos tes atau indikator kebugaran yang kita ambil, secara kualitas fisik memang lebih baik dibandingkan PON Bela Diri sebelumnya. Dari beberapa indikator, mengalami peningkatan yang sangat signifikan,” kata Yopi.

Ia menjelaskan, seluruh hasil tes akan dikonversi dan diolah untuk mendapatkan nilai akhir masing-masing atlet. KONI Lampung menetapkan nilai minimal 80 sebagai salah satu standar utama dalam proses seleksi.

Baca Juga :  Jelang Porprov Lampung 2026, KONI Jajaki Venue di Kampus

“Untuk standar, kita harus ada di angka 80. Jadi, yang kemungkinan nanti diberangkatkan ke PON Bela Diri harus memiliki standar nilai 80. Nanti datanya kita interpretasi dan olah,” ujarnya.

Selain kondisi fisik, KONI Lampung juga akan mempertimbangkan sejumlah indikator lain, seperti riwayat cedera, kondisi kesehatan, pengalaman, serta rekam jejak prestasi atlet di kejuaraan nasional maupun PON.

Meski demikian, Yopi menegaskan kondisi fisik tetap menjadi salah satu faktor dominan dalam menentukan kelayakan atlet. Hasil tes nantinya juga menjadi bahan evaluasi bagi setiap cabang olahraga dalam menyusun program latihan lanjutan.

“Hasilnya nanti kita serahkan kembali kepada cabang olahraga agar mereka mengetahui sejauh mana kondisi atletnya untuk mempersiapkan diri menghadapi PON Bela Diri,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Riagus Ria, mengatakan proses seleksi dilakukan secara ketat agar atlet yang diberangkatkan benar-benar memiliki kesiapan fisik dan kualitas bertanding di level nasional.

“Kita ingin lebih selektif dalam mempersiapkan atlet menuju PON Bela Diri Manado. Yang betul-betul level fisiknya sudah level nasional, itulah yang nanti akan kita kirim,” kata Riagus.

Baca Juga :  Nyali Kejati Lampung Diuji: Beranikah Jerat Mantan Gubernur dan Bupati?

Ia menegaskan KONI Lampung tidak menetapkan kuota jumlah atlet dari masing-masing cabang olahraga. Penentuan atlet sepenuhnya akan mengacu pada hasil tes serta proyeksi peluang prestasi.

“Kita lihat hasilnya saja, tidak menentukan kuota. Kita lihat hasil tes fisiknya, kemudian proyeksi dari cabang olahraga mana yang betul-betul bisa kita andalkan untuk meraih prestasi yang baik di Manado,” ujarnya.

Riagus menambahkan, atlet yang tidak memenuhi standar akan tersisih dari proses seleksi. Sebaliknya, atlet yang dinyatakan lolos diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi prestasi Lampung.

KONI Lampung juga telah memasang target bagi cabang olahraga yang nantinya diberangkatkan, yakni minimal mampu menyumbangkan satu medali emas.

“Minimal harus satu medali. Kalau tidak ada target, untuk apa kita melakukan tes ini. Cabang-cabang olahraga yang kita berangkatkan tentu harus memiliki target,” tegasnya.

Melalui rangkaian tes tersebut, KONI Lampung berharap dapat menemukan komposisi atlet terbaik yang memiliki kesiapan fisik, pengalaman, serta peluang prestasi untuk bersaing dan membawa pulang medali dari PON Bela Diri 2026 di Manado, Sulawesi Utara. (Red).

Follow WhatsApp Channel serambilampung.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAW Kades Akan Dilaksanakan November 2026
Warga Sripendowo, Ketapang Lampung Selatan Keluhkan Pelayanan PLN, Tegangan Listrik Tak Stabil
Tandan Kosong Sawit Disulap Jadi Helm hingga Rompi Antipeluru, PTPN I Gandeng IPB
Gaji PPPK PW Belum Diterima, Ini Perbedaanya
Rakor Mingguan Tertutup Tanpa Alasan Jelas
Kejuaraan Gubernur Lampung Badminton Open 2026 Lahirkan Juara dan Talenta Berprestasi
Gaji PPPK PW Lamsel Tunggu Proses Pengupload -an SKP Selesai
Pemkab Lampung Selatan Diusulkan Dapat Dana Fiskal
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:41 WIB

PAW Kades Akan Dilaksanakan November 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Warga Sripendowo, Ketapang Lampung Selatan Keluhkan Pelayanan PLN, Tegangan Listrik Tak Stabil

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Tandan Kosong Sawit Disulap Jadi Helm hingga Rompi Antipeluru, PTPN I Gandeng IPB

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Gaji PPPK PW Belum Diterima, Ini Perbedaanya

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Rakor Mingguan Tertutup Tanpa Alasan Jelas

Berita Terbaru

Kantor DPMD Lampung Selatan. (Foto.Juwantoro)

Lampung Selatan

PAW Kades Akan Dilaksanakan November 2026

Rabu, 7 Okt 2026 - 11:41 WIB

Foto Ilustrasi

Lampung Selatan

Gaji PPPK PW Belum Diterima, Ini Perbedaanya

Selasa, 6 Okt 2026 - 14:20 WIB

Rakor Minggu di Aula Rajabasa Kantor Bupati Lampung Selatan tertutup untuk media. (Foto.Juwantoro)

Lampung Selatan

Rakor Mingguan Tertutup Tanpa Alasan Jelas

Senin, 5 Okt 2026 - 15:14 WIB