SERAMBI LAMPUNG – Sebanyak 65 generasi muda Lampung Selatan ikuti ajang Pemilihan Muli Mekhanai Lamsel tahun 2026 yang resmi dibuka di Aula Bappeda setempat, Selasa, 7 April 2026.
Pada tahun ini, ajang Muli Mekhanai mengusung tema From Beauty to Excellence, menandai pergeseran orientasi dari sekadar estetika menuju kapasitas dan kualitas diri.
Sebanyak 65 peserta ambil bagian, terdiri dari 34 Muli dan 31 Mekhanai. Dimana, mereka tidak hanya akan bersaing di panggung grand final. Namun, mengikuti rangkaian pembekalan yang dirancang untuk mengasah wawasan, karakter, hingga kemampuan komunikasi sebagai representasi daerah.
Pembekalan dijadwalkan berlangsung pada 9 April 2026 di Grand Elty Krakatoa Resort, yang direncanakan dihadiri Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama. Sementara malam grand final akan digelar sehari setelahnya di lokasi yang sama, dengan kehadiran Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Selatan, Zita Anjani.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Selatan, I Nyoman Setiawan, menyatakan ajang ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bagian dari strategi daerah dalam memperkuat promosi pariwisata berbasis budaya.
Menurut dia, Muli Mekhanai memiliki posisi strategis sebagai wajah promosi daerah yang mampu menjembatani nilai tradisi dengan dinamika generasi muda.
“Ajang ini menjadi langkah konkret dalam mempromosikan pariwisata berbasis seni dan budaya adat Lampung. Para finalis diharapkan tidak hanya tampil, tetapi juga mampu berkontribusi nyata dalam pengembangan pariwisata,” ujarnya.
Sementara itu, Sekda Supriyanto dalam sambutannya menekankan ajang ini merupakan ruang pembentukan karakter generasi muda yang akan membawa identitas daerah. Ia mengingatkan, para peserta memikul tanggungjawab yang lebih besar dari sekadar gelar.
“Yang kalian bawa bukan hanya nama pribadi, tetapi nama Kabupaten Lampung Selatan. Jadilah modern tanpa kehilangan jati diri,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, kata dia, terus mendorong sektor pariwisata sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah. Namun, pembangunan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada angka kunjungan wisatawan, melainkan juga pada dampak langsung bagi masyarakat.
“Kita ingin pariwisata yang membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, menghidupkan desa, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. (MAN)









