Belajar dari Jepang, Menata Masa Depan Sampah Lampung Selatan

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamsel, Radityo Egi Pratama, saat mengikuti workshop internasional pengelolaan sampah dan lingkungan di Tokyo (dik Kominfo Lamsel)

Bupati Lamsel, Radityo Egi Pratama, saat mengikuti workshop internasional pengelolaan sampah dan lingkungan di Tokyo (dik Kominfo Lamsel)

SERAMBI LAMPUNG – Di banyak daerah, sampah masih diposisikan sebagai masalah. Ia dipindahkan, ditumpuk, lalu dilupakan. Padahal, di negara seperti Jepang, sampah justru dilihat sebagai peluang sumber daya yang bernilai, terukur, dan dikelola dengan disiplin kebijakan yang kuat.

Kesadaran itulah yang kini mulai dibawa pulang oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, usai mengikuti workshop internasional pengelolaan sampah dan lingkungan di Tokyo, 25–31 Januari 2026. Sebuah forum yang tidak sekadar berbicara teknologi, tetapi juga cara berpikir.

Jepang mengajarkan satu hal penting: pengelolaan sampah tidak bisa diserahkan pada kebiasaan masyarakat semata. Ia harus dibangun melalui sistem—mulai dari regulasi yang tegas, edukasi berkelanjutan, hingga infrastruktur yang terintegrasi.

Di sana, sampah dipilah sejak dari rumah, dikelola dengan standar tinggi, dan dikembalikan ke siklus ekonomi melalui daur ulang dan energi.

Baca Juga :  KONI Lampung Selatan Akan Gelar Diskusi Publik Bahas Implementasi Perda Keolahragaan

Bagi Lampung Selatan, pembelajaran ini terasa relevan dan mendesak. Pertumbuhan penduduk, peningkatan aktivitas ekonomi, serta pola konsumsi modern membuat volume sampah terus bertambah. Tanpa perubahan pendekatan, sampah bukan hanya menjadi beban lingkungan, tetapi juga ancaman kesehatan dan sosial.

Keikutsertaan Bupati Egi dalam forum internasional ini memberi sinyal penting  kebijakan lingkungan daerah tidak boleh lagi berjalan konvensional.

Pengelolaan sampah harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan, bukan sekadar urusan teknis kebersihan.

Menariknya, Jepang tidak memulai kesuksesan mereka dari teknologi mahal semata. Mereka memulainya dari kesadaran kolektif dan konsistensi kebijakan.

Jika Jepang bisa membangun sistem itu pasca krisis lingkungan dan keterbatasan lahan, maka daerah seperti Lampung Selatan pun memiliki peluang yang sama—asal ada keberanian untuk berubah.

Baca Juga :  Nyore di Elty, Alternatif Ngabuburit di Pantai Kalianda dengan Tiket Mulai Rp20.000

Tantangan berikutnya tentu bukan pada apa yang dipelajari, melainkan pada bagaimana menerjemahkannya ke konteks lokal. Budaya masyarakat, kapasitas fiskal daerah, serta kesiapan regulasi menjadi faktor penentu. Namun satu hal jelas langkah belajar langsung ke sumber praktik terbaik dunia adalah fondasi penting untuk perubahan nyata.

Kunjungan kerja ini bukan tentang Jepang semata. Ia adalah tentang masa depan Lampung Selatan tentang bagaimana daerah ini memilih untuk tidak lagi mewariskan gunungan sampah kepada generasi berikutnya, tetapi sistem yang rapi, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.

Karena pada akhirnya, seperti yang sering dibuktikan Jepang, masalah sampah bukan soal keterbatasan, melainkan soal cara pandang dan keberanian mengambil langkah pertama.

Redaksi: Serambi Lampung.

Follow WhatsApp Channel serambilampung.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pendaftar Calon Ketua PWI dan DK PWI Lampung Hanya Satu
MTQ Ke -53 Tingkat Provinsi Lampung Resmi Dibuka Gubernur
Dinkes dan PWI Lamsel Gelar Latihan Orado
Kantah dan BPPRD Lamsel Lakukan Studi Tiru Pemanfaatan Peta ZNT Ke Kota Jambi
Hidayatullah M.Pd MM Kembali Pimpinan Perhimpunan Al-Irsyad Wilayah Propinsi Lampung
Kades Pematang Baru Masih Kosong
Wirahadikusumah Kantongi 444 Dukungan, Bakal Calon Ketua PWI Lampung Tunggu Verifikasi
Sudah Setor Rp496 Juta, Aset Tetap Dilelang Rp621 Juta, Warga Lampung Barat Keberatan
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Pendaftar Calon Ketua PWI dan DK PWI Lampung Hanya Satu

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:50 WIB

MTQ Ke -53 Tingkat Provinsi Lampung Resmi Dibuka Gubernur

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kantah dan BPPRD Lamsel Lakukan Studi Tiru Pemanfaatan Peta ZNT Ke Kota Jambi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Hidayatullah M.Pd MM Kembali Pimpinan Perhimpunan Al-Irsyad Wilayah Propinsi Lampung

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Kades Pematang Baru Masih Kosong

Berita Terbaru

Info Kehilangan

Iklan Kehilangan

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:24 WIB

Lampung Selatan

Pendaftar Calon Ketua PWI dan DK PWI Lampung Hanya Satu

Senin, 26 Okt 2026 - 22:07 WIB

Blog

Iklan Kehilangan

Senin, 26 Okt 2026 - 11:26 WIB

MTQ Ke -53 Tingkat Provinsi Lampung secara resmi dibuka Minggu Malam, 26 Oktober 2026, di GOR Way Handak, Kalianda.

Lampung Selatan

MTQ Ke -53 Tingkat Provinsi Lampung Resmi Dibuka Gubernur

Senin, 26 Okt 2026 - 08:50 WIB

Info Kehilangan

Iklan Kehilangan

Minggu, 25 Okt 2026 - 11:27 WIB