SERAMBI LAMPUNG.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung mengevaluasi kesiapan atlet yang diproyeksikan tampil pada PON Bela Diri II di Manado, Sulawesi Utara.
Evaluasi dilakukan dengan memanggil tujuh Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga untuk memaparkan hasil tes kesehatan dan fisik para atlet. Pemaparan berlangsung di Kantor KONI Lampung, Senin (24/8/2026).
Sebelumnya, tes fisik atlet telah digelar pada 20-21 Agustus 2026 sebagai bagian dari tahapan pemantapan kontingen Lampung menghadapi ajang olahraga bela diri tersebut.
Kabid Binpres KONI Lampung, Yopi Hutomo Bhakti, mengatakan secara umum hasil tes menunjukkan sejumlah atlet berada dalam kondisi cukup baik. Namun, beberapa atlet masih membutuhkan peningkatan fisik agar memenuhi parameter dan standar yang telah ditetapkan.
“Masih perlu waktu untuk meningkatkan kondisi fisik sesuai parameter yang akan kita capai, sehingga atlet benar-benar siap dikirim dan diturunkan pada PON Bela Diri II di Manado,” ujar Yopi.
Menurutnya, hasil tes menjadi salah satu bahan evaluasi KONI Lampung dalam menentukan kesiapan atlet sebelum nantinya diberangkatkan ke ajang tersebut.
Sementara itu, Sekum Pengprov IBCA MMA Lampung, Unggul, mengatakan hasil tes fisik atlet MMA secara umum cukup baik. Meski demikian, terdapat dua atlet yang masih membutuhkan pembinaan dan peningkatan kondisi fisik.
Pelatih IBCA MMA Lampung, Africo Ramadhani, mengatakan hasil evaluasi tersebut akan menjadi acuan dalam menyusun program pemusatan latihan.
“Kami terus mempersiapkan atlet melalui pemusatan latihan sambil menunggu agenda selanjutnya dan kepastian keberangkatan menuju PON Bela Diri II,” kata Africo.
KONI Lampung selanjutnya akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan atlet yang diproyeksikan tampil berada dalam kondisi fisik dan performa terbaik saat menghadapi PON Bela Diri II di Manado. (Red).










