KONI Lampung Bentuk Tim Sapras dan Api PON 2032, Status Tuan Rumah Bisa Dicabut Jika Gagal

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 16:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POTO: Rapat: membentukan panitia sarana dan prasarana (sapras) serta tim pencarian api PON. (Dok HUMAS KONI LAMPUNG.)

POTO: Rapat: membentukan panitia sarana dan prasarana (sapras) serta tim pencarian api PON. (Dok HUMAS KONI LAMPUNG.)

Serambi Lampung– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung mulai bergerak menyiapkan diri sebagai tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 dengan Provinsi Banten.

Salah satu langkah awal yang dilakukan yakni membentuk panitia sarana dan prasarana (sapras) serta tim pencarian api PON.

Pembentukan dua tim tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas penetapan Lampung-Banten sebagai tuan rumah bersama PON 2032. Nantinya, tim sapras bertugas mendata sekaligus mengecek kesiapan venue cabang olahraga, baik yang sudah tersedia maupun yang masih perlu dibangun.

Sementara tim lainnya bertugas mencari dan memastikan keberadaan sumber api abadi di Lampung yang nantinya dapat digunakan sebagai Api PON.

Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Riagus Ria mengatakan, pembentukan tim dilakukan agar seluruh pekerjaan rumah yang diberikan KONI Pusat bisa segera dipetakan.

Baca Juga :  Drama Bonus Cleaning Service Kebiri Peran Pengawasan

“KONI sudah membentuk panitia yang nantinya bertugas mendata dan mengecek sarana dan prasarana cabang olahraga yang menjadi venue kita di PON 2032 mendatang. Tim dibagi dua, satunya lagi untuk mencari dan mendata atau mengecek keberadaan api abadi yang bisa dipergunakan menjadi Api PON,” kata Riagus.

Menurutnya, kedua tim diminta segera bekerja agar hasil pendataan bisa cepat dilaporkan kepada Ketua Umum KONI Lampung dan Gubernur Lampung sebelum diteruskan ke KONI Pusat.

Riagus menegaskan, Lampung memiliki tantangan besar dalam dua tahun ke depan untuk membenahi seluruh kebutuhan penyelenggaraan. Sebab, status tuan rumah bisa saja dicabut apabila persiapan dinilai tidak berjalan sesuai target.

Baca Juga :  Lampung Pecahkan Rekor! 1.605 Atlet dari 12 Provinsi Ramaikan Seri Penutup PBTI

“Panitia dibagi menjadi dua tim, satu untuk sarana dan prasarana dan satu tim lagi masalah api PON. Kita diberi waktu dua tahun untuk menyelesaikan PR-PR yang ada, seperti sarana dan prasarana. Tugas kita berat selama dua tahun ke depan, karena status tuan rumah bisa dicabut kalau kita dianggap gagal membenahi PR dari KONI Pusat,” tegasnya.

Lampung sendiri kini mulai memetakan sejumlah venue olahraga yang akan dipersiapkan menghadapi ajang olahraga terbesar nasional tersebut. Selain pembangunan fasilitas, kesiapan administrasi dan dukungan pemerintah daerah juga menjadi perhatian utama KONI Lampung. (Rls).

Follow WhatsApp Channel serambilampung.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kantah dan BPPRD Lamsel Lakukan Studi Tiru Pemanfaatan Peta ZNT Ke Kota Jambi
Shafira Naik Podium Final LSI 2026, Surfer Lampung Tembus 3 Besar
Hidayatullah M.Pd MM Kembali Pimpinan Perhimpunan Al-Irsyad Wilayah Propinsi Lampung
Kades Pematang Baru Masih Kosong
Wirahadikusumah Kantongi 444 Dukungan, Bakal Calon Ketua PWI Lampung Tunggu Verifikasi
Sudah Setor Rp496 Juta, Aset Tetap Dilelang Rp621 Juta, Warga Lampung Barat Keberatan
Kantah Lampung Selatan Luncurkan Inovasi Perintis
PWI Lampung Selatan dan Grand Elty Krakatoa Buka Peluang Kolaborasi
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kantah dan BPPRD Lamsel Lakukan Studi Tiru Pemanfaatan Peta ZNT Ke Kota Jambi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:13 WIB

Shafira Naik Podium Final LSI 2026, Surfer Lampung Tembus 3 Besar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Hidayatullah M.Pd MM Kembali Pimpinan Perhimpunan Al-Irsyad Wilayah Propinsi Lampung

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Kades Pematang Baru Masih Kosong

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Sudah Setor Rp496 Juta, Aset Tetap Dilelang Rp621 Juta, Warga Lampung Barat Keberatan

Berita Terbaru

Oplus_131072

Lampung Selatan

Kades Pematang Baru Masih Kosong

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:57 WIB

Blog

Iklan Kehilangan

Kamis, 22 Okt 2026 - 10:50 WIB