Kejuaraan Karate Nasional di Lampung Disorot, Peserta Keluhkan Kericuhan hingga Polemik Medali

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto: Kejuaraan Karate yang berlangsung di Gor Siger Wayhalim Kota Bandar Lampung (ist).

Poto: Kejuaraan Karate yang berlangsung di Gor Siger Wayhalim Kota Bandar Lampung (ist).

SERAMBILAMPUNG.com –  kejuaraan karate bertaraf nasional yang berlangsung di GOR Siger Way Halim, Bandar Lampung, pada 26–28 Juni 2026 menuai sorotan dari peserta, pelatih, dan official.

Ajang yang diikuti sekitar 3.600 peserta itu dinilai diwarnai sejumlah persoalan, mulai dari kericuhan pertandingan, minimnya pengamanan, hingga polemik ketersediaan medali kategori festival.

Kericuhan terjadi di arena pertandingan dan disebut dipicu ketidakpuasan terhadap keputusan wasit dan juri. Sejumlah official mengaku insiden tersebut sempat berujung adu mulut hingga adu fisik antarpelatih.

Seorang official yang enggan disebutkan namanya mengatakan insiden tersebut mencoreng citra Lampung sebagai tuan rumah karena disaksikan kontingen dari berbagai daerah.

Selain kericuhan, sistem pengamanan juga menjadi perhatian. Sejumlah pelatih menilai pengamanan hanya mengandalkan petugas keamanan swasta tanpa dukungan aparat TNI maupun Polri, padahal kejuaraan berskala nasional dengan ribuan peserta dinilai membutuhkan pengamanan yang lebih maksimal.

Baca Juga :  Dua Atlet Tubaba Sabet Perak Atletik di O2SN Lampung 2026

Persoalan lain muncul pada pelaksanaan kategori festival. Sejumlah peserta mengaku medali yang disiapkan panitia habis sebelum seluruh pertandingan selesai. Mereka juga menyebut medali baru dipesan beberapa hari menjelang kejuaraan sehingga proses produksinya tidak selesai tepat waktu.

Akibatnya, pertandingan kategori festival disebut dihentikan sebelum seluruh peserta tampil. Sejumlah official menyatakan sebagian besar peserta festival tidak sempat bertanding dan dijanjikan tetap menerima medali emas yang akan dibagikan sekitar satu bulan setelah kejuaraan berakhir.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan sejumlah kontingen dari luar Lampung, di antaranya dari Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Sumatera Utara.

Ketua FORKI Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, menyatakan akan menyampaikan protes kepada PB FORKI apabila informasi tersebut terbukti benar. Menurutnya, panitia harus bertanggung jawab apabila medali benar-benar habis sebelum seluruh pertandingan selesai karena kejuaraan yang membawa nama Piala Presiden seharusnya dikelola secara profesional.

Baca Juga :  KONI Lampung Telusuri Kandidat Sumber Api Abadi PON 2032 di Kaki Gunung Rajabasa

Di tengah polemik tersebut, sejumlah official juga mempertanyakan penggunaan nama kejuaraan. Mereka menyebut rekomendasi yang diterbitkan PB FORKI menggunakan nama Indonesia Open Karate Championship, sedangkan selama pelaksanaan ajang dipromosikan dengan branding Piala Presiden.

Para peserta dan official mendesak panitia memberikan penjelasan secara terbuka terkait kericuhan pertandingan, sistem pengamanan, distribusi medali, serta penggunaan nama kejuaraan agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan dan menjaga kredibilitas penyelenggaraan ajang karate nasional.

Hingga berita ini diterbitkan, panitia pelaksana maupun PB FORKI belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai keluhan yang disampaikan peserta dan official. (Red).

Follow WhatsApp Channel serambilampung.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rapat Perdana Humas HPN dan Porwanas 2027 Digelar, PWI Lampung Matangkan Strategi Publikasi
Maling 2 Blower AC di Kalianda Dibekuk, Polisi Sita Motor hingga Karung Putih
KONI Lampung Gandeng RRI Perluas Publikasi Pembinaan Olahraga
Sirkuit Pencak Silat Zona II Lampung Diikuti 101 Pesilat, Jadi Ajang Seleksi Menuju BK PON
KONI Lampung Targetkan Taekwondo Raih Dua Emas di PON 2028
KONI Lampung Optimistis Indonesia Open Karate Championship Lahirkan Atlet Berprestasi
Kejuaraan Berkuda Nasional Digelar di Kota Baru, KONI Lampung Siapkan Cikal Bakal Sport Center
ICF Lampung Siapkan Musprov 11 Juli, Fokus Bangkitkan Pembinaan Atlet Sepeda
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 20:57 WIB

Rapat Perdana Humas HPN dan Porwanas 2027 Digelar, PWI Lampung Matangkan Strategi Publikasi

Senin, 29 Juni 2026 - 20:25 WIB

Kejuaraan Karate Nasional di Lampung Disorot, Peserta Keluhkan Kericuhan hingga Polemik Medali

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:58 WIB

Maling 2 Blower AC di Kalianda Dibekuk, Polisi Sita Motor hingga Karung Putih

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:45 WIB

KONI Lampung Gandeng RRI Perluas Publikasi Pembinaan Olahraga

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:27 WIB

Sirkuit Pencak Silat Zona II Lampung Diikuti 101 Pesilat, Jadi Ajang Seleksi Menuju BK PON

Berita Terbaru

Poto: Ketua KONI Provinsi Lampung Taufik Hidayat

Bandar Lampung

KONI Lampung Gandeng RRI Perluas Publikasi Pembinaan Olahraga

Minggu, 28 Jun 2026 - 11:45 WIB