LAMPUNG UTARA — Penyebab kebakaran yang menghanguskan dua bangunan di RSUD Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara, pada Minggu malam (30/8/2026), masih belum diketahui.
Polisi menemukan salah satu bangunan yang terbakar, yakni gudang rumah sakit, tidak memiliki aliran listrik. Kondisi tersebut menjadi salah satu bagian yang didalami penyidik untuk mengungkap sumber api.
Tim Laboratorium Forensik Kepolisian dari Palembang dijadwalkan melakukan pemeriksaan di lokasi kebakaran.
Humas RSUD Ryacudu Kotabumi, Ari Handoko, mengatakan pihak rumah sakit masih menunggu hasil pemeriksaan dari kepolisian.
“Penyebab kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut oleh tim forensik kepolisian dari Palembang,” kata Ari, Rabu (2/9/2026).
Menurut Ari, salah satu bangunan yang terbakar merupakan gudang yang digunakan untuk menyimpan berbagai peralatan dan barang milik rumah sakit yang rusak atau sudah tidak layak pakai.
Hingga kini, pihak rumah sakit juga belum dapat memastikan nilai kerugian akibat kebakaran. Inventarisasi terhadap barang-barang yang terdampak masih dilakukan.
“Kerugian belum bisa ditaksir karena masih proses inventarisasi,” ujarnya.
Ari memastikan kebakaran tidak mengenai dokumen maupun arsip rumah sakit.
“Dokumen dan arsip tidak ada yang terbakar,” katanya.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Api pertama kali terlihat membesar dari bagian belakang area rumah sakit.
Situasi sempat panik setelah terdengar dua kali suara ledakan dari lokasi kebakaran. Saat itu, kobaran api disebut sudah membesar.
Petugas keamanan rumah sakit kemudian menghubungi pemadam kebakaran. Untuk mencegah api merembet ke bangunan utama, pihak rumah sakit mengevakuasi 19 pasien ke ruangan yang dinilai lebih aman.
Setelah api berhasil dipadamkan, polisi memasang garis polisi di sekitar lokasi dan memeriksa sejumlah saksi. Dari lokasi, petugas juga menemukan puing-puing bangunan, sejumlah tabung oksigen bekas, serta berbagai peralatan rumah sakit.
Namun, pemeriksaan awal belum dapat memastikan sumber api. Polisi juga tidak menemukan kamera CCTV di sekitar lokasi yang dapat membantu mengungkap awal mula kebakaran.
Berdasarkan keterangan kepala gudang, bangunan tersebut tidak dialiri listrik. Kondisi itu menjadi salah satu hal yang perlu didalami melalui pemeriksaan forensik, termasuk untuk menelusuri sumber api dan asal suara ledakan yang terdengar ketika kebakaran berlangsung.
Hingga saat ini, polisi belum menyimpulkan penyebab kebakaran. Hasil pemeriksaan Tim Laboratorium Forensik dari Palembang nantinya akan menjadi salah satu dasar untuk menentukan sumber api serta kemungkinan faktor yang memicu kebakaran. (Red)









