SERAMBI LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung mematangkan persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung ke-10 tahun 2026.
Pembahasan digelar dalam rapat di Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Selasa (1/9/2026) siang. Salah satu perhatian utama dalam rapat tersebut yakni kesiapan pelaksanaan hingga dukungan anggaran.
Ketua KONI Lampung Taufik Hidayat memaparkan perkembangan persiapan Porprov X. Tahun ini, sebanyak 32 cabang olahraga akan dipertandingkan dengan lokasi pertandingan tersebar di sejumlah venue di Bandar Lampung.
Menurut Taufik, penyelenggaraan Porprov tidak hanya menjadi tanggung jawab KONI, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat akan dilibatkan dalam mendukung kelancaran ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
KONI Lampung juga membuka ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terlibat dalam kegiatan Porprov. Kehadiran UMKM diharapkan turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat selama pelaksanaan pertandingan.
Koordinasi dengan KONI Kota Bandar Lampung sebagai tuan rumah juga telah dilakukan. Sejumlah fasilitas milik pemerintah maupun perguruan tinggi di Bandar Lampung disiapkan untuk dimanfaatkan sebagai venue pertandingan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa Porprov harus menjadi bagian dari strategi pembinaan olahraga jangka panjang.
Menurut Marindo, pembinaan atlet tidak boleh berhenti pada pelaksanaan Porprov. Para atlet potensial harus dipersiapkan secara berkelanjutan untuk menghadapi agenda olahraga nasional, termasuk babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) dan PON 2028.
«“Tujuan utamanya adalah sukses prestasi, sukses pelaksanaan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Marindo.»
Marindo memastikan Pemprov Lampung siap memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Porprov, termasuk dari sisi penganggaran.
Dukungan tersebut juga ditegaskan Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung Yanuar Irawan. Ia menyatakan tidak ada persoalan dari sisi anggaran untuk mendukung penyelenggaraan Porprov Lampung ke-10.
Sementara itu, Nurul Fajri dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Lampung menjelaskan bahwa anggaran Porprov telah dialokasikan melalui APBD Perubahan.
Namun, realisasi anggaran diperkirakan baru dapat dilakukan paling cepat pada awal November 2026.
Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan dalam pematangan persiapan, mengingat pelaksanaan Porprov membutuhkan kesiapan venue, perangkat pertandingan, atlet, hingga berbagai kebutuhan pendukung lainnya.
Pemprov Lampung dan KONI Lampung selanjutnya akan terus melakukan koordinasi untuk memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana.
Porprov X Lampung diharapkan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi antarkabupaten/kota, tetapi juga menjadi ruang menjaring atlet potensial sekaligus memperkuat fondasi pembinaan olahraga Lampung menuju kualifikasi PON dan PON 2028.
Kalau untuk versi media online yang lebih “nendang”, saya sarankan judul alternatif: “Porprov Lampung X 2026 Matang, 32 Cabor Dipertandingkan, Anggaran Cair November”. (Hms).









