Djuhardi Basri Gagas Pelestarian Bahasa Lampung Lewat Puisi

- Jurnalis

Kamis, 18 September 2025 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Djuhardi saat memimpin Pelatihan Menulis Puisi dan Alih Bahasa di Kampus UMKO, Kamis (18/9/2025).

Djuhardi saat memimpin Pelatihan Menulis Puisi dan Alih Bahasa di Kampus UMKO, Kamis (18/9/2025).

SERAMBI LAMPUNG – Kekhawatiran akan punahnya bahasa Lampung kian nyata seiring menurunnya jumlah penutur. Kondisi ini mendorong Djuhardi Basri, dosen bahasa dan sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO), menggagas langkah kreatif: menerjemahkan puisi ke dalam bahasa ibu sebagai upaya pelestarian.

“Melalui penerjemahan karya puisi ke bahasa Lampung, kita menghargai sekaligus menjaga bahasa daerah agar tak hilang ditelan zaman,” tegas Djuhardi saat memimpin Pelatihan Menulis Puisi dan Alih Bahasa di Kampus UMKO, Kamis (18/9/2025).

Baca Juga :  Pergantian Kepemimpinan di Kota Metro: Harapan Baru di Bawah Bambang-Rafieq

Workshop yang digelar berkat dukungan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah 7 Bengkulu-Lampung, UMKO, dan PW Muhammadiyah Lampung itu menjadi ruang dialog penting antara seni, sastra, dan pelestarian bahasa. Djuhardi, yang dikenal sebagai penyair, sutradara, sekaligus penerjemah ke bahasa Lampung, menekankan pentingnya kesetiaan dalam terjemahan.

“Sastra terjemahan harus setia pada karya asli, berbeda dengan saduran yang memberi kebebasan adaptasi,” jelasnya, menegaskan perbedaan fundamental antara terjemahan dan adaptasi.

Baca Juga :  UIN Raden Intan Lampung Lahirkan Doktor Nonmuslim Pertama

Sebelum sesi alih bahasa, sastrawan Isbedy Stiawan ZS memantik inspirasi dengan materi “Dari Ide ke Karya”. Ia menguraikan proses kreatif menulis puisi, mulai dari menemukan gagasan, menentukan sudut pandang, menetapkan masalah, hingga pemilihan judul dan diksi yang tepat. (Rls).

Follow WhatsApp Channel serambilampung.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Penghargaan, Agus Fatoni dan Kerja Sunyi Menata Keuangan Daerah
Diduga Cemari Sungai Bertahun-tahun, PT Juang Jaya Abdi Alam Dilaporkan ke Lima Instansi
Infrastruktur Kesehatan Dipercepat, BPKP dan Pemkab Pesibar Perkuat Sinergi
Jelang Porprov XI 2026, Kepengurusan KONI Lampung Tengah Resmi Dikukuhkan
Nyore di Elty, Alternatif Ngabuburit di Pantai Kalianda dengan Tiket Mulai Rp20.000
Menikmati Buka Puasa di Tepi Laut, Sensasi Iftar by The Sea di Grand Elty Krakatoa
Roomadhan Beach, Sensasi Ramadan Tenang di Tepi Pantai Grand Elty Krakatoa
Akbar Bintang Pimpin APUDSI Lampung, Dorong Usaha Desa Berdaya Saing Global
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 21:56 WIB

Di Balik Penghargaan, Agus Fatoni dan Kerja Sunyi Menata Keuangan Daerah

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:39 WIB

Diduga Cemari Sungai Bertahun-tahun, PT Juang Jaya Abdi Alam Dilaporkan ke Lima Instansi

Jumat, 20 Februari 2026 - 22:08 WIB

Infrastruktur Kesehatan Dipercepat, BPKP dan Pemkab Pesibar Perkuat Sinergi

Jumat, 20 Februari 2026 - 16:09 WIB

Jelang Porprov XI 2026, Kepengurusan KONI Lampung Tengah Resmi Dikukuhkan

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:14 WIB

Nyore di Elty, Alternatif Ngabuburit di Pantai Kalianda dengan Tiket Mulai Rp20.000

Berita Terbaru