Di Balik Penghargaan, Agus Fatoni dan Kerja Sunyi Menata Keuangan Daerah

- Jurnalis

Minggu, 22 Februari 2026 - 21:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto: Agus Fatoni terima Penghargaan dalam ajang Indonesia Top Achievements of The Year 2026 ( Dok,Ist).

Poto: Agus Fatoni terima Penghargaan dalam ajang Indonesia Top Achievements of The Year 2026 ( Dok,Ist).

SERAMBI LAMPUNG.COM – Lampu-lampu Studio Grand Metro TV, Jakarta, Jumat malam (20/2/2026), memantul lembut di wajah Agus Fatoni.

Di hadapan para tamu undangan nasional, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri itu melangkah ke panggung untuk menerima penghargaan Excellence in Regional Financial Governance 2026.

Tepuk tangan mengalir bukan hanya untuk sebuah prestasi, tetapi untuk sebuah perjalanan panjang menata tata kelola keuangan daerah di Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Indonesia Top Achievements of The Year 2026 (ITAY 2026), sebuah panggung apresiasi bagi tokoh-tokoh yang dinilai mampu melampaui rutinitas birokrasi dan menghadirkan perubahan nyata. Malam itu, tema Transforming for Reinventing Indonesia terasa menemukan maknanya.

Bagi Fatoni, penghargaan ini bukan tentang dirinya semata. Dalam sambutannya, ia memilih menoleh ke belakang kepada proses panjang yang dijalani bersama banyak pihak. Ia menyebut peran Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, para kepala daerah, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga yang terus mendorong penguatan tata kelola keuangan daerah.

Baca Juga :  Sigap dan Berani! Aipda Deni Evakuasi Truk Terperosok di Tanjakan Berbahaya Desa Maja

“Ini bukan penghargaan personal,” ujarnya pelan namun tegas. “Ini milik Kementerian Dalam Negeri, khususnya Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah, dan seluruh pemerintah daerah.”

Nama Fatoni bukanlah sosok baru dalam birokrasi pemerintahan. Ia pernah mengemban amanah sebagai penjabat gubernur di berbagai daerah dengan karakter dan tantangan berbeda. Dari pengalaman itulah, ia memahami bahwa keuangan daerah bukan sekadar angka dalam dokumen APBD, melainkan denyut pembangunan dan pelayanan publik.

Di bawah kepemimpinannya, Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri mendorong transformasi digital melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI). Sistem ini dirancang bukan hanya untuk merapikan administrasi, tetapi juga menutup celah ketidakterbukaan dan memperkuat akuntabilitas.

Baginya, setiap rupiah memiliki makna. Bukan hanya harus tercatat, tetapi juga harus berdampak. Karena itu, pengelolaan keuangan daerah terus diperluas menjangkau badan usaha milik daerah, badan layanan umum daerah, barang milik daerah, hingga kreativitas pemerintah daerah dalam menggali sumber pendapatan sah.

Baca Juga :  Kepala BKPSDM Lampung Utara Klarifikasi Dugaan Manipulasi Seleksi P3K

“Kita mendorong daerah untuk berani berinovasi,” katanya. “Pendapatan harus meningkat, tetapi belanja juga harus tepat sasaran untuk pembangunan, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat.”

Upaya tersebut sejalan dengan program prioritas dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan tata kelola pemerintahan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Penghargaan ITAY 2026 sendiri diberikan melalui penilaian independen oleh dewan juri lintas disiplin akademisi, praktisi, hingga jurnalis senior. Lima kriteria menjadi tolok ukur,  prestasi, inovasi, transformasi, kompetensi inti, dan kontribusi.

Malam itu, ketika penghargaan telah berada di tangan, Fatoni kembali menegaskan satu hal perjalanan belum selesai. Bagi dirinya dan jajaran Ditjen Bina Keuangan Daerah, penghargaan ini bukan titik akhir, melainkan pengingat untuk terus menjaga komitmen.

Sebab, di balik setiap angka dalam laporan keuangan daerah, ada harapan masyarakat yang menunggu untuk diwujudkan.

Redaksi: Serambi Lampung.

Follow WhatsApp Channel serambilampung.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Kalianda Ringkus Pelaku Percobaan Pencurian Berbekal Jejak HP di TKP
PKSI Lampung Gelar Rakerda Perdana, Bidik Medali Emas Korfball di PON 2028
Masyarakat Ogan di Lampung Bentuk PAO, H. Nuryadin Terpilih sebagai Ketua
Hapkido Lampung Championship 2026 Dibuka, 320 Atlet Berebut Tiket Porprov dan PON Bela Diri
IKASI Lampung Gelar Kejurprov Anggar 2026, Siapkan Atlet Hadapi PON Beladiri
KONI Lampung Buka Sirkuit Pencak Silat 2026, Jadi Ajang Pemanasan Jelang Porprov
Idul Adha 1447 H, ATR/BPN Lampung Selatan Bagikan Daging Kurban untuk Masyarakat
IPSI Lampung Gelar Sirkuit Pencak Silat 2026, Zona 1 Diikuti 64 Pesilat
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:17 WIB

Polsek Kalianda Ringkus Pelaku Percobaan Pencurian Berbekal Jejak HP di TKP

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:53 WIB

PKSI Lampung Gelar Rakerda Perdana, Bidik Medali Emas Korfball di PON 2028

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:43 WIB

Masyarakat Ogan di Lampung Bentuk PAO, H. Nuryadin Terpilih sebagai Ketua

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:57 WIB

Hapkido Lampung Championship 2026 Dibuka, 320 Atlet Berebut Tiket Porprov dan PON Bela Diri

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:42 WIB

IKASI Lampung Gelar Kejurprov Anggar 2026, Siapkan Atlet Hadapi PON Beladiri

Berita Terbaru