SERAMBI LAMPUNG – Atmosfer olahraga di Lampung Timur tetap terasa hangat, meski dinamika organisasi belum sepenuhnya stabil. Dari total 30 cabang olahraga (cabor) yang tercatat, enam cabor absen dalam verifikasi faktual yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Lampung pada Jumat (27/2) pagi, di GOR Tuah Bepadan Sukadana Lampung Timur.
Verifikasi ini menjadi agenda rutin KONI Provinsi untuk memotret kondisi riil olahraga daerah—mulai dari legalitas dan masa kepengurusan, ketersediaan sarana-prasarana, hingga basis atlet tiap cabor.
Di Lampung Timur, 24 cabor hadir dan menjalani verifikasi secara menyeluruh, mengikuti pola yang sama seperti kabupaten/kota lain.
Menariknya, proses verifikasi tetap berjalan meski kepengurusan KONI Lampung Timur belum definitif. Situasi ini sempat diibaratkan “ayam kehilangan induk”, namun tak menyurutkan langkah para penggiat olahraga.
Tim Verifikasi 3 KONI Provinsi Lampung tetap bekerja, meminta tiap cabor memaparkan kondisi dan menjawab pertanyaan teknis yang diajukan.
Koordinator Tim 3, Riagus Ria, menegaskan bahwa kelancaran verifikasi menjadi bukti semangat insan olahraga Lampung Timur.
“Meski kepengurusan KONI Lampung Timur belum definitif, verifikasi tetap berjalan lancar. KONI Provinsi berharap kepengurusan segera definitif demi kemajuan olahraga daerah. Apalagi Pekan Olahraga Provinsi Lampung sudah dekat,” ujarnya.
Riagus juga mengingatkan masa jabatan Pelaksana Tugas (Plt) KONI Lampung Timur yang saat ini diemban Rini Mulyati akan berakhir pada Februari ini. Artinya, hanya tersisa hitungan hari sebelum tongkat estafet kepemimpinan perlu segera dipastikan.
Ia berharap pemerintah daerah, khususnya bupati, turut mengambil peran aktif agar polemik organisasi tidak berlarut.
“Kita akan menghadapi event besar. Olahraga bukan sekadar prestasi, tapi juga indikator kemajuan daerah,” tambahnya.
Secara umum, denyut olahraga Lampung Timur tetap hidup. Para cabor memilih terus bergerak dan berlatih, meski koordinasi belum ideal.
Di tengah keterbatasan, semangat kolektif ini menjadi modal penting menunggu kepastian organisasi agar langkah menuju Porprov bisa melaju lebih kencang.









