Serambi Lampung.com – IGATC Lampung mulai menyusun program pembinaan dan kalender kompetisi sepanjang 2026 setelah resmi dibentuk pada April lalu.
Klub atletik tersebut langsung bergerak menyiapkan atlet muda hingga senior untuk menghadapi sejumlah kejuaraan nasional.
Sekretaris IGATC, Andre Hari Wibowo mengatakan, pihaknya langsung mengikuti berbagai agenda nasional sebagai bagian dari proses pembinaan atlet di Lampung.
“Setelah terbentuk, kami langsung ikut Jatim Open. Kemudian sudah kami susun timeline kegiatan sampai Desember,” kata Andre, Senin (11/5/2026).
Pada Mei 2026, IGATC dijadwalkan tampil pada DKI Open dengan menurunkan atlet-atlet muda potensial. Selanjutnya pada Juni, klub tersebut akan mengirim atlet mengikuti Kejuaraan Nasional U-18 dan U-20.
Memasuki Juli, IGATC bakal tampil di Jateng Open dengan kekuatan penuh, termasuk menurunkan atlet senior untuk nomor lempar cakram dan lontar martil.
Andre menjelaskan, keikutsertaan atlet senior difokuskan untuk mengejar limit menuju Pekan Olahraga Nasional (PON). Menurut dia, dalam cabang atletik, status juara belum cukup untuk lolos ke PON apabila atlet belum memenuhi batas waktu maupun jarak yang ditentukan.
“Kalau atletik itu pakai limit. Juara satu pun belum tentu lolos PON kalau limitnya tidak masuk,” ujarnya.
Ia mencontohkan, nomor lari 100 meter pada regulasi sebelumnya mensyaratkan catatan waktu 10,7 detik untuk lolos PON. Sementara nomor lontar martil memiliki batas lemparan sekitar 49 meter.
Selain agenda kejuaraan, IGATC juga menyiapkan program pelatihan pelatih pada Oktober serta menargetkan tampil di Porprov Lampung pada November mendatang.
Pembina IGATC, Jeremy Gozal menegaskan, klub tersebut dibentuk sebagai wadah pembinaan atlet yang nantinya dapat dipantau oleh PASI Lampung untuk memperkuat tim daerah di level nasional.
“Klub ini menjadi tempat pembinaan awal. Nanti PASI yang melihat perkembangan atlet untuk dipanggil memperkuat Lampung,” katanya.
Pada akhir tahun, sejumlah atlet senior IGATC juga ditargetkan tampil pada ASEAN University Games di Malaysia mewakili perguruan tinggi dan Indonesia. (rls).









