Serambi Lampung– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung mulai bergerak menyiapkan diri sebagai tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 dengan Provinsi Banten.
Salah satu langkah awal yang dilakukan yakni membentuk panitia sarana dan prasarana (sapras) serta tim pencarian api PON.
Pembentukan dua tim tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas penetapan Lampung-Banten sebagai tuan rumah bersama PON 2032. Nantinya, tim sapras bertugas mendata sekaligus mengecek kesiapan venue cabang olahraga, baik yang sudah tersedia maupun yang masih perlu dibangun.
Sementara tim lainnya bertugas mencari dan memastikan keberadaan sumber api abadi di Lampung yang nantinya dapat digunakan sebagai Api PON.
Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Riagus Ria mengatakan, pembentukan tim dilakukan agar seluruh pekerjaan rumah yang diberikan KONI Pusat bisa segera dipetakan.
“KONI sudah membentuk panitia yang nantinya bertugas mendata dan mengecek sarana dan prasarana cabang olahraga yang menjadi venue kita di PON 2032 mendatang. Tim dibagi dua, satunya lagi untuk mencari dan mendata atau mengecek keberadaan api abadi yang bisa dipergunakan menjadi Api PON,” kata Riagus.
Menurutnya, kedua tim diminta segera bekerja agar hasil pendataan bisa cepat dilaporkan kepada Ketua Umum KONI Lampung dan Gubernur Lampung sebelum diteruskan ke KONI Pusat.
Riagus menegaskan, Lampung memiliki tantangan besar dalam dua tahun ke depan untuk membenahi seluruh kebutuhan penyelenggaraan. Sebab, status tuan rumah bisa saja dicabut apabila persiapan dinilai tidak berjalan sesuai target.
“Panitia dibagi menjadi dua tim, satu untuk sarana dan prasarana dan satu tim lagi masalah api PON. Kita diberi waktu dua tahun untuk menyelesaikan PR-PR yang ada, seperti sarana dan prasarana. Tugas kita berat selama dua tahun ke depan, karena status tuan rumah bisa dicabut kalau kita dianggap gagal membenahi PR dari KONI Pusat,” tegasnya.
Lampung sendiri kini mulai memetakan sejumlah venue olahraga yang akan dipersiapkan menghadapi ajang olahraga terbesar nasional tersebut. Selain pembangunan fasilitas, kesiapan administrasi dan dukungan pemerintah daerah juga menjadi perhatian utama KONI Lampung. (Rls).









