Serambi Lampung.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung menaruh harapan besar pada penyelenggaraan Piala KONI Pusat Regional Lampung 2026 kelompok usia 10 dan 12 tahun sebagai wadah pembinaan pesepak bola muda daerah.
Harapan itu disampaikan Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Riagus Ria, saat membuka turnamen yang berlangsung di Lapangan Dinas Perhubungan, Jatiagung, Lampung Selatan, Minggu, 7 Juni 2026.
Menurut Riagus, kompetisi usia dini memiliki peran penting dalam mencetak generasi pesepak bola yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas. Ia menilai pembinaan sejak usia muda menjadi fondasi bagi kemajuan sepak bola Lampung di masa depan.
“KONI berharap dari kegiatan ini lahir bibit-bibit pesepak bola yang kelak menjadi kebanggaan Lampung bahkan Indonesia. Bermainlah dengan baik, junjung sportivitas, dan jadilah juara sejati,” kata Riagus dalam sambutannya.
Ia juga mengapresiasi peran orang tua dan panitia penyelenggara, terutama SSB Brilliant FC, yang dinilai berkontribusi besar dalam terselenggaranya ajang tersebut.
Menurut Riagus, dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam proses pembinaan atlet usia dini. Karena itu, ia mengucapkan terima kasih kepada para orang tua yang terus mendampingi anak-anak mereka menekuni olahraga sepak bola.
Turnamen Piala KONI Pusat Regional Lampung 2026 diikuti 25 tim Sekolah Sepak Bola (SSB) dari berbagai daerah di Lampung. Sebanyak sembilan tim berlaga pada kelompok usia 10 tahun, sedangkan 16 tim bertanding di kelompok usia 12 tahun.
Juara pada masing-masing kelompok umur akan mewakili Lampung pada Grand Final Piala KONI Pusat yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 19–21 Juni 2026.
Ketua Panitia, Teguh Imam Santoso, mengatakan penyelenggaraan tahun ini menjadi pengalaman pertama bagi pihaknya sebagai pelaksana turnamen regional tersebut. Meski demikian, ia berharap ajang serupa dapat kembali digelar pada tahun mendatang.
“Kami masih banyak belajar karena ini pertama kali menjadi penyelenggara. Jika kembali mendapat kepercayaan dari pusat, kami siap menggelar kegiatan yang lebih baik lagi,” ujar Teguh.
Ia menambahkan, peserta turnamen tidak hanya berasal dari Bandar Lampung, tetapi juga dari sejumlah daerah lain seperti Metro, Lampung Barat, dan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Lampung.
Ajang ini menjadi bagian dari upaya memperluas kompetisi usia dini sekaligus membuka peluang bagi talenta-talenta muda Lampung untuk tampil di tingkat nasional. Dengan sistem kompetisi yang berjenjang hingga grand final, turnamen tersebut diharapkan mampu menjadi ruang pembinaan yang berkelanjutan bagi sepak bola usia muda.(red)









