SERAMBI LAMPUNG – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPH – Bun) Kabupaten Lampung Selatan menyatakan sebanyak 569 hektare (Ha) tanaman padi di wilayah Lamsel mengalami gagal panen (puso) akibat kekeringan dampak perubahan iklim elnino.
Hal ini dikatakan Kepala DTPH -Bun Lampung Selatan Mugiono diwakili Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPH – Bun Lamsel Eka Saputra, belum lama ini.
Menurut dia, pada musim kemarau ini lahan sawah yang gagal panen disebabkan kekeringan, tidak ada sumber air, sumber air tidak mencukupi dan walaupun sumur bor ada. Tapi, daya listriknya tidak stabil (drop).
“Akibat gagal panen ini, kami tengah mengupayakan ada bantuan dari pusat. Sedangkan, untuk pemberian ansuransi bagi para petani yang lahan sawahnya gagal panen hingga kini belum ada,” ujar Eka Saputra.
Dia menjelaskan, untuk tanaman padi yang terdampak kekeringan luasnya mencapai 4.183 Ha dan gagal panen (puso) seluas 569 ha. Sementara, untuk tanaman jagung yang mengalami kekeringan seluas 2.336,50 Ha dan tanaman jagung mengalami puso mencapai 348 Ha.
“Bagi petani yang tanamannya gagal panen, mudah – mudah bisa diberikan bantuan benih. Kami akan berupaya semaksimal mungkin,” jelasnya. (MAN)









