SERAMBI LAMPUNG – Upaya meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan bagi jamaah haji reguler dalam melaksanakan ibadah haji tahun 1446 Hijriah. Maka, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lampung Selatan melaksanakan manasik haji tingkat kabupaten, di Aula PKK Kalianda.
“Manasik haji ini dilakukan secara terencana, sistimatis, terukur dan terstruktur berdasarkan UU No.14 tahun 2025 tentang, penyelenggaraan haji dan umrah. Lalu, keputusan Dirjen Bina Penyelenggara haji dan umrah No.4/BN/2026 tentang, pedoman penyelenggaraan Bimbingan Manasik Haji terintegritas di Kabupaten/Kota dan Kecamatan tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi,”ujar Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lampung Selatan Marwiyah Amin, Selasa, 3 Februari 2026.
Menurut dia, tujuan manasik haji ini untuk meningkatkan kwalitas ibadah haji dan pelaksaan bimbingan manasik haji dan jamaah haji serta dapat memahami tatacara dan praktek ibadah sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Untuk kegiatan manasik haji dilaksanakan selama 5 hari. Dimana, satu hari di tingkat kabupaten dan 4 hari ditingkat kecamatan.
“Jamaah haji yang akan berangkat ketanah suci Mekah sebanyak 412 orang dengan rincian 188 orang jamaah laki – laki dan 224 orang jamaah haji perempuan ditambah 2 orang PHD yakni pelayanan umum dan pelayan kesehatan. Maka, total 414 orang. Untuk jamaah haji tertua berusia 85 tahun dan termuda 17 tahun,”katanya.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Anton Carmana, mengatakan pelaksanaan manasik ini memiliki landasan spiritual yang kuat sebagaimana Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 197:
“(Musim) haji itu (pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Barang siapa mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, maka janganlah dia berbuat rafaś, berbuat maksiat dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala kebaikan yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Berbekallah kamu, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang mempunyai pikiran sehat.”
“Ayat ini mengingatkan kita bahwa persiapan haji bukan sekadar bekal materi, melainkan bekal ilmu dan ketaqwaan yang hari ini mulai kita asah melalui bimbingan manasik,”ujarnya, ketika membuka secara resmi kegiatan manasik haji.
Dia menjelaskan, kegiatan manasik hari ini memiliki makna historis bagi kita di Lampung Selatan. Ini adalah bimbingan manasik pertama yang diselenggarakan secara mandiri oleh Kantor Kementerian Haji dan Umrah, sebuah institusi yang kini berdiri tegak secara spesifik untuk melayani urusan tamu-tamu Allah setelah bertransformasi dari Kementerian Agama. Semoga semangat baru ini membawa keberkahan dan pelayanan yang jauh lebih prima bagi Bapak dan Ibu sekalian.
Dia menambahkan, Ibadah haji adalah perjalanan hati menuju Sang Khalik. Dan tujuan utama kegiatan ini adalah agar Bapak dan Ibu dapat memahami tata cara ibadah haji yang benar sesuai syariat. Secara filosofis, manasik adalah “peta jalan” agar Bapak dan Ibu tidak tersesat dalam ritual, sehingga setiap tetes keringat dan lelah di tanah suci nanti bernilai ibadah yang sah.
“Saya berharap, setelah memahami dan mengerti setiap rukun dan wajib haji melalui manasik ini, Bapak dan Ibu dapat menjalankan ibadah dengan lancar, tenang, dan penuh kekhusyukan. Ujung dari pemahaman yang benar adalah lahirnya perubahan perilaku yang membawa Bapak dan Ibu menjadi Haji dan Hajah yang Mabrur dan Mabruroh,”jelasnya.(MAN)









