SERAMBI LAMPUNG – Sejumlah petani di Dusun Muara Badas, Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Lampung Selatan mengeluh. Pasalnya, aliran sungai Way Pisang disamping lahan persawahan tertibun sampah potongan kayu dan potongan bambu.
Menurut Ahmad, salah seorang petani setempat, jika hujan besar aliran sungaj Way Pisang kerap kali meluap hingga membanjiri sawah milik petani sekitar.
“Kami sudah berusaha membersihkan aliran sungai Way Pisang. Tapi, sampah yang menutupi aliran sungai tersebut cukup banyak. Sehingga, tenaga manusia tidak mampu. Maka, kami berharap kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat terutama kepada Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWS -MS) untuk menurunkan alat berat, guna membersihkan aliran sungai in,”ujarnya, Rabu, 11 Februari 2026, ketika djtemu di Sungai Way Pisang tengah membersihkan sampah potonga kayu dan bambu.
Dia pun menjelaskan, selain sampah potongan kayu dan bambu, aliran sungai Way Pisang sepanjang 1,5 Km di Dusun Muara Badas ini tidak memiliki tanggul penangkis. Sehingga, ketika curah hujan tinggi air sungai kerap kali meluap dan membanjiri lahan persawahan.
“Jadi, selain normalisasi sungai, kami juga minta aliran sungai ini di buatkan tanggul penangkis. Hal ini agar ketika air sungai membesar tidak sampai membanjiri lahan persawahan milik petani setempat,”jelasnya.

Berdasarkan pantauan Serambi Lampung.Com, para petani di Dusun Muara Badas bisa menanam padi dengan cara pompanisasi. Sebab, saluran irigasi yang ada kini tidak bisa lagi mengaliri air sungai. Dimana, pada bagian hulunua telah rusak.
Padahal, pemerintah sering kali menjanjikan untuk memperbaiki irigasi tersebut. Namun, hingga kini tidak ada realisasinya. Sehingga, bangunan irigasj ini telah lama mangkrak tidak tersentuh perbaikan. (MAN)









