Petani Minta Normalisasi Sungai

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani tengah membersihkan sampah menumpuk disungai sebabkan banjir (foto.Juwantoro)

Petani tengah membersihkan sampah menumpuk disungai sebabkan banjir (foto.Juwantoro)

SERAMBI LAMPUNG – Sejumlah petani di Dusun Muara Badas, Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Lampung Selatan mengeluh. Pasalnya, aliran sungai Way Pisang disamping lahan persawahan tertibun sampah potongan kayu dan potongan bambu.

Menurut Ahmad, salah seorang petani setempat, jika hujan besar aliran sungaj Way Pisang kerap kali meluap hingga membanjiri sawah milik petani sekitar.

“Kami sudah berusaha membersihkan aliran sungai Way Pisang. Tapi, sampah yang menutupi aliran sungai tersebut cukup banyak. Sehingga, tenaga manusia tidak mampu. Maka, kami berharap kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat terutama kepada Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWS -MS) untuk menurunkan alat berat, guna membersihkan aliran sungai in,”ujarnya, Rabu, 11 Februari 2026, ketika djtemu di Sungai Way Pisang tengah membersihkan sampah potonga kayu dan bambu.

Baca Juga :  Pengumuman Seleksi Calon Dewan Pengawas dan Calon Direksi BUMD Air Minum Perumda Tirta Jasa Tahun 2025

Dia pun menjelaskan, selain sampah potongan kayu dan bambu, aliran sungai Way Pisang sepanjang 1,5 Km di Dusun Muara Badas ini tidak memiliki tanggul penangkis. Sehingga, ketika curah hujan tinggi air sungai kerap kali meluap dan membanjiri lahan persawahan.

“Jadi, selain normalisasi sungai, kami juga minta aliran sungai ini di buatkan tanggul penangkis. Hal ini agar ketika air sungai membesar tidak sampai membanjiri lahan persawahan milik petani setempat,”jelasnya.

Baca Juga :  Pembangunan Insfrastruktur Tahun 2026 Akan Berkurang
Irigasi sawah di Dusun Muara Badas tidak berfungsi. Karena, bagian atasnya sudah rusak. (Foto.Juwantoro)

Berdasarkan pantauan Serambi Lampung.Com, para petani di Dusun Muara Badas bisa menanam padi dengan cara pompanisasi. Sebab, saluran irigasi yang ada kini tidak bisa lagi mengaliri air sungai. Dimana, pada bagian hulunua telah rusak.

Padahal, pemerintah sering kali menjanjikan untuk memperbaiki irigasi tersebut. Namun, hingga kini tidak ada realisasinya. Sehingga, bangunan irigasj ini telah lama mangkrak tidak tersentuh perbaikan. (MAN)

Follow WhatsApp Channel serambilampung.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JCH Lamsel Akan Berangkat 5 Mei 2026
Lebih dari 651 Ribu Penumpang dan 169 Ribu Kendaraan Menuju Pulau Jawa
Grand Elty Krakatoa Luncurkan Wahana “Car Boat” untuk Wisatawan
Pelabuhan Bakauheni Telah Seberangkan 898.864 Orang
Arus Balik Sumatera–Jawa Mulai Meningkat, Layanan Penyeberangan Tetap Tertib Lancar
Bupati Lamsel Radityo Egi Pratama Berikan Santunan Kepada Anak Yatim
Arus Mudik Ramai Melintasi Jalinsum
Pastikan Harga Stabil, Bupati Egi Tinjau Pasar Natar
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 15:03 WIB

JCH Lamsel Akan Berangkat 5 Mei 2026

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:50 WIB

Lebih dari 651 Ribu Penumpang dan 169 Ribu Kendaraan Menuju Pulau Jawa

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:23 WIB

Grand Elty Krakatoa Luncurkan Wahana “Car Boat” untuk Wisatawan

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:08 WIB

Pelabuhan Bakauheni Telah Seberangkan 898.864 Orang

Senin, 23 Maret 2026 - 20:39 WIB

Arus Balik Sumatera–Jawa Mulai Meningkat, Layanan Penyeberangan Tetap Tertib Lancar

Berita Terbaru

Poto: ketua KONI Lampung Taufik Hidayat dengan Rektor Unila, Lusmeilia Afriani, dan jajaran usai Udiensi (dok KONI Lpg).

Bandar Lampung

KONI Lampung Gandeng Unila, Matangkan Venue PON 2032

Jumat, 3 Apr 2026 - 12:59 WIB

Pemprov Lampung

Stabilitas Harga Terjaga, IHK Lampung Lebih Rendah dari Nasional

Kamis, 2 Apr 2026 - 20:08 WIB