Waktu Tempuh Kapal Penyebrangan Bakauheni – Merak Melalui Anjungan Mall Eksekutif Masih 1,5 Jam

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERAMBI LAMPUNG – Pelayaran kapal eksekutif dari Bakauheni, Lampung Selatan menuju Merak, Banten masih dikeluhkan pengguna jasa. Pasalnya, waktu tempuh yang semestinya satu jam. Namun, kenyataanya masih 1,5 jam.

“Katanya kapal eksekutif waktu tempuhnya 1 jam. Tapi, kok nyatanya masih lewat setengah jam,”ujar salah seorang penumpang yang enggan disebutkan jati dirinya, Minggu, 8 Februari 2026.

Hal senada dikatakan rekan seperjalananya Zuli. Menurut dia, sepertinya kapal eksekutif hanya promosinya saja yakni waktu tempuh 1 jam. Namun, prakteknya berangkat dari Pelabuhan Bakauheni pukul 17.00 WIB dan tiba di Pelabuhan Merak pukul 17.30 WIB.

“Itu artinya tidak sesuai dengan waktu tempuh yang di promosikan sebelumnya,”katanya.

Baca Juga :  Egi Persilahkan Pejabat Mundur Kalau Tidak Siap

Sementara itu, Manager Anjungan Mall Eksekutif Wily Hardianto, hingga kini belum dapat memberikan keterangan. Sebab, saat dihubungi melalui aplikasi Whatsapp-nya tidak aktif.

Kendaraan Dalam Kapal Tidak Di ikat

Kendaraan dalam kapal tidak di ikat, meskipun seharus di ikat demi keselamatan. (Foto.Juwantoro)

Utamakan keselamatan, tulisan itu terpampang besar dalam kapal Legundi yang hendak menyebrang dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak. Kendati demikian, setiap kendaraan bermotor dalam kapal tidak ada satu pun yang di ikat baik menggunakan tambang maupun rantai.

Meskipun, di hampir semua tempat parkir kendaraan dalam kapal telah disediakan tempat mengikat tambang atau rantai. Padahal, dalam peristiwa tabrakan kapal Bahuga dengan kapal Norgas tidak ada satupun kendaraan yang dapat diselamatkan.

Baca Juga :  Polres Lampung Selatan Gagalkan Penyelundupan 4 Kg Ganja di Pelabuhan Bakauheni

Hal ini ketika terjadi tabrakan, semua kendaraan oleng ketepian kapal. Sehingga, mengakibatkan kapal Bahuga tenggelam. Ini terungkap dalam persidangan.

“Iya, besi – besi melingkar kecil ditempat parkir kendaraan di kapal untuk mengikat mobil – mobil yang terparkir. Tapi, sering kali tidak digunakan. Mungkin, hanya dipakai saat ombak besar saja. Padahal, sudah pernah kejadian kapal tenggelam. Karena, mobil yang parkir tidak di ikat atau di rantai,”kata Edi, salah seorang penumpang kapal itu. (MAN)

Follow WhatsApp Channel serambilampung.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JCH Lamsel Akan Berangkat 5 Mei 2026
Lebih dari 651 Ribu Penumpang dan 169 Ribu Kendaraan Menuju Pulau Jawa
Grand Elty Krakatoa Luncurkan Wahana “Car Boat” untuk Wisatawan
Pelabuhan Bakauheni Telah Seberangkan 898.864 Orang
Arus Balik Sumatera–Jawa Mulai Meningkat, Layanan Penyeberangan Tetap Tertib Lancar
Bupati Lamsel Radityo Egi Pratama Berikan Santunan Kepada Anak Yatim
Arus Mudik Ramai Melintasi Jalinsum
Pastikan Harga Stabil, Bupati Egi Tinjau Pasar Natar
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 15:03 WIB

JCH Lamsel Akan Berangkat 5 Mei 2026

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:50 WIB

Lebih dari 651 Ribu Penumpang dan 169 Ribu Kendaraan Menuju Pulau Jawa

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:23 WIB

Grand Elty Krakatoa Luncurkan Wahana “Car Boat” untuk Wisatawan

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:08 WIB

Pelabuhan Bakauheni Telah Seberangkan 898.864 Orang

Senin, 23 Maret 2026 - 20:39 WIB

Arus Balik Sumatera–Jawa Mulai Meningkat, Layanan Penyeberangan Tetap Tertib Lancar

Berita Terbaru

Poto: ketua KONI Lampung Taufik Hidayat dengan Rektor Unila, Lusmeilia Afriani, dan jajaran usai Udiensi (dok KONI Lpg).

Bandar Lampung

KONI Lampung Gandeng Unila, Matangkan Venue PON 2032

Jumat, 3 Apr 2026 - 12:59 WIB

Pemprov Lampung

Stabilitas Harga Terjaga, IHK Lampung Lebih Rendah dari Nasional

Kamis, 2 Apr 2026 - 20:08 WIB