Anggota Komisi V DPR RI, Aprozi Alam, Ingatkan Warga Terkait Aktivitas GAK

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026 - 23:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi V DPR RI, Aprozi Alam

Anggota Komisi V DPR RI, Aprozi Alam

SERAMBI LAMPUNG — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda hingga kini masih menunjukkan dinamika yang cukup tinggi, di mana letusan dan semburan material dari dalam kawah terus berlanjut tanpa henti sejak beberapa hari terakhir.

Di tengah situasi tersebut, kabar baik datang bagi masyarakat di Provinsi Lampung karena intensitas hujan debu vulkanik yang sempat pekat mengguyur wilayah ini sejak Sabtu malam kini terpantau mulai menurun secara signifikan.

Berdasarkan analisis cuaca, perubahan arah angin menjadi faktor utama berkurangnya paparan debu di daratan Lampung, di mana angin bergerak konsisten ke arah utara dan membawa sebaran abu lebih banyak menuju wilayah Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat.

Kondisi ini membuat kawasan pesisir Lampung Selatan, Kalianda, hingga sebagian besar wilayah Bandar Lampung berangsur bersih, sehingga langit yang sebelumnya tertutup kabut abu kini kembali cerah dan aktivitas warga berangsur normal.

Meskipun sebaran debu di daratan Lampung mulai menipis, otoritas terkait menegaskan bahwa status Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III atau Siaga.

Keputusan mempertahankan status tersebut diambil karena aktivitas internal gunung api masih aktif, yang terbukti dari masih adanya semburan lava pijar pada malam hari serta kolom asap tebal yang membumbung tinggi dari kawah.

Baca Juga :  Menuju Porwanas 2027, Catur PWI Lampung Asah Strategi dan Mental Bertanding

Di sektor transportasi laut, jarak pandang di perairan Selat Sunda saat ini tercatat berada di kisaran 6 kilometer dengan kondisi cuaca dan gelombang yang relatif aman, sehingga aktivitas penyeberangan kapal feri di lintas Bakauheni–Merak tetap berjalan lancar.

Menanggapi situasi ini, Anggota Komisi V DPR RI, Aprozi Alam, turun langsung melakukan peninjauan ke lapangan guna mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meskipun dampak abu vulkanik di darat tampak mulai berkurang.

Aprozi menekankan bahwa arah angin bersifat dinamis dan dapat berbalik sewaktu-waktu, sehingga ia meminta BMKG memperbarui data pergerakan abu secara real-time serta memastikan Basarnas dan BPBD menyiagakan posko darurat 1×24 jam di wilayah rawan.

Pemerintah daerah dan instansi berwenang terus mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di pesisir Selat Sunda, untuk tetap tenang, mematuhi radius aman, serta hanya merujuk pada informasi resmi dari PVMBG dan BMKG.

Baca Juga :  Arinal Djunaidi Mengundurkan Diri, KONI Pusat Tunjuk Budhi Darmawan sebagai Plt Ketua KONI Lampung

Aprozi mengimbau kepada seluruh masyarakat, baik yang berada di Provinsi Lampung maupun Banten, khususnya masyarakat yang tinggal di pesisir dan perairan Selat Sunda, untuk tetap waspada dan tidak melonggarkan kewaspadaan. Selalu ikuti perkembangan informasi resmi yang bersumber dari BMKG, PVMBG, serta Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah agar tidak terpapar berita bohong atau hoaks. Perlu diingat, status aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini tetap pada Level III — SIAGA.

Selain itu, Aprozi telah melakukan komunikasi langsung sebanyak dua kali dengan BASARNAS Provinsi Lampung dan BASARNAS Provinsi Banten untuk menegaskan agar tetap berada dalam siaga satu kali empat jam serta menempatkan posko-posko siaga di wilayah-wilayah yang dianggap rawan, baik di kawasan pesisir maupun perairan sekitar Selat Sunda. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan dan kecepatan penanganan apabila sewaktu-waktu terjadi perubahan kondisi yang memerlukan tindakan darurat.

Tetap waspada, patuhi arahan dari pihak berwenang, dan saling mengingatkan sesama warga di lingkungan sekitar kita. Keselamatan kita bersama adalah yang utama. (Rilis)

Follow WhatsApp Channel serambilampung.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FK Unila Edukasi Siswa soal Hipertensi dan Sindrom Metabolik Lewat ARTEMIS
KONI Lampung Serahkan SK Caretaker, Konsolidasi Olahraga Lampung Timur Diperkuat
HUT Ke-60 Karang Taruna, PPKT Lampung Dialog Interaktif dengan Ketum PNKT Budi Djiwandono
SMSI Lampung Raih Anugerah Unila Be Strong 2026 dari Rektor Unila
Jelang Porprov Lampung 2026, KONI Jajaki Venue di Kampus
Pendaftaran Porprov Lampung X Dimulai 20 September, Ini Jadwal Lengkapnya
KONI Lampung Matangkan Venue Porprov X 2026, Upayakan Tanpa Sewa
Eva Diana Pimpin PBVSI Lampung, Pembinaan Atlet Jadi Prioritas
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:56 WIB

FK Unila Edukasi Siswa soal Hipertensi dan Sindrom Metabolik Lewat ARTEMIS

Senin, 28 September 2026 - 15:45 WIB

KONI Lampung Serahkan SK Caretaker, Konsolidasi Olahraga Lampung Timur Diperkuat

Sabtu, 26 September 2026 - 17:08 WIB

HUT Ke-60 Karang Taruna, PPKT Lampung Dialog Interaktif dengan Ketum PNKT Budi Djiwandono

Rabu, 23 September 2026 - 16:47 WIB

SMSI Lampung Raih Anugerah Unila Be Strong 2026 dari Rektor Unila

Selasa, 15 September 2026 - 16:53 WIB

Jelang Porprov Lampung 2026, KONI Jajaki Venue di Kampus

Berita Terbaru

Oplus_131072

Lampung Selatan

Kades Pematang Baru Masih Kosong

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:57 WIB

Blog

Iklan Kehilangan

Kamis, 22 Okt 2026 - 10:50 WIB