SERAMBI LAMPUNG – Badan Anggaran DPRD Lampung Selatan meminta kepada Dinas Kesehatan Lamsel terkait pelayanan kesehatan lebih ditingkatkan lagi. Pasalnya, hingga kini masih ada dugaan punggutan liar (Pungli) dalam pendaftaran BPJS di puskesmas.
“Mereka (warga, red) yang hendak mendaftar sebagai peserta BPJS dimintai uang sebesar Rp400 ribu/orang. Jika, ada 4 orang bisa dinegosiasikan membayar Rp1,5 juta. Jadi, tolong Dinkes Lampung Selatan lakukan pengawas. Ini kan terkait pelayanan kesehatan untuk masyarakat, “ujar salah seorang anggota Badan Anggaran DPRD Lamsel Rosdiana, Kamis, 5 November 2026, dalam pembahasan APBD Lamsel tahun 2027.
Menurut dia, dalam pelayanan kesehatan dipuskesmas Karang Anyar, Kecamatan Jati agung petugasnya tidak ramah. Bahkan, berkata kasar. Selain itu, Sarana dan Prasarana di puskesmas masih kurang atau miris.
“Bagaimana pelayanan masih dibilang kurang. Untuk alat tensi darah saja sudah banyak tidak layak. Mohon tingkatkan pengawasan oleh Dinkes Lamsel, ” katanya.
Sementara itu, anggota Babang DPRD Lampung Selatan Jenggis Khan Haikal, mengatakan belanja modal cukup banyak. Namun, pada APBD tahun 2027 tidak ada rehab puskesmas baik ringan maupun berat.
“Mohon dilakukan pergeseran anggaran. Lalu, untuk pelayanan kesehatan di puskesmas tolong diutamakan, ” ujarnya.
Menanggapi apa yang disampaikan anggota Babang DPRD Lampung Selatan, Kepala Dinas Kesehatan Lamsel Devi Arminanto, mengatakan untuk gaji pegawai sebesar Rp152 miliar sudah termasuk PPPP PW dan PJLP. Sedangkan, untuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS sebesar Rp68 miliar. Pada APBD tahun 2027 belum tidak ada rehab puskesmas. Namun, pada APBD tahun 2026 sudah dilaksanakan rehab puskesmas Sukaramai dan Palas.
“Memang hampir 50 persen puskesmas di Lampung Selatan banyak yang kondisinya rusak. Sedangkan, untuk pendaftaran BPJS tidak ada pungutan biaya. Namun, untuk BPJS yang ditanggung pemerintah kami bekerjasama dengan Dinas Sosial dalam verifikasi datanya. Kedepan, kami siap meningkatkan lagi pelayanan kesehatan di tiap puskesmas, “katanya. (MAN)









