Dugaan Pembelanjaan Paket Peralatan Tak Sesuai, Ini Penjelasan Direktur RS Bob Bazar Kalianda

- Jurnalis

Rabu, 9 April 2025 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda dr.Reny Indrayani

Direktur RSUD Bob Bazar Kalianda dr.Reny Indrayani

SERAMBI LAMPUNG – Direktur Rumah Sakit (RS) Umum Bob Bazar Kalianda dr. Reny Indrayani berikan penjelasan terkait dugaan pembelanjaan dua paket peralatan yang di peruntukkan perawatan pasien anak-anak. Rabu, 9 April 2025.

dr. Reny Indrayani mengatakan, dari pemberitaan di salah satu media online terkait belanja 2 paket peralatan kebutuhan di ruang intalasi ruang pediatrik ICU (ruang Perawatan Intensif anak-anak) dan Neonatal ICU (Ruang Perawatan Intensif bayi baru lahir) yang diduga tidak memenuhi spesifikasi adalah tidak benar.

“Mungkin berita dugaan itu hanya salah penafsiran karena melihat dari bentuk serta ukurannya saja. Sementara pembelanjaan peralatan kami sebelumnya sangat mempertimbangkan keamanan pasien baik dewasa ataupun anak-anak,” katanya.

Reny menjelaskan peralatan yang di belanjakan tersebut adalah paket peralatan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Pediatrik Intencive Care Unit (PICU) yang menjadi kebutuhan di ruang intalasi perawatan anak-anak dan anak yang baru lahir.

Baca Juga :  KONI Lampung Telusuri Kandidat Sumber Api Abadi PON 2032 di Kaki Gunung Rajabasa

“NICU adalah unit perawatan intensif yang di sediakan khusus untuk bayi baru lahir dengan kondisi kritis atau memiliki gangguan kesehatan berat. Sementara PICU biasanya diperuntukan bagi bayi yang lebih besar dan anak-anak berkondisi berat atau fatal. Nah yang di maksud dengan anak-anak itu kan dari usia 1 tahun hingga 17 tahun dan tinggi badan serta berat badannya juga bermacam-macam,” jelasnya.

Dia juga mengatakan pihaknya dalam menyediakan peralatan yang dibutuhkan oleh pasien penuh dengan pertimbangan, keamanan pasien baik dewasa ataupun anak-anak.
Seperti Pagar pengaman yg aman dari jangkauan pasien, Adanya roda antisatic yang bisa membuang listrik statik yang tersimpan pada part besi bed, Adanya timbangan yang selalu bisa memantau perkembangan berat badan pasien, Matras semi decubitus yg dibutuhkan untuk pasien bed rest lama.

Baca Juga :  Hingga Kini Masih Ada 11 Kepala OPD Di Jabat Plt

“Alasan kami belum tersedianya bed yang khusus untuk intensve care anak (bukan bayi), Efisiensi untuk alih fungsi penempatan/pemakaian jika dibutuhkan emergency, Tersedia tatakan xray untuk rontgen torax
Kurang lebih nya itu yang bisa kami sampaikan. Dan kalau pun peralatan yang kami belanjakan berukuran besar itu karena mempertimbangkan usia anak-anak dari umur 1 sampai 17 tahun,” lanjut Dr Reny.

Diketahui sebelumnya, salah satu pemberitaan dari salah satu media online yang menyebut pembelanjaan paket peralatan tersebut tidak sesuai pada spesifikasi, dimana dugaan tersebut pihak rumah sakit telah membelanjakan dua jenis tempat tidur rumah sakit yang peruntukannya bukanlah untuk tempat tidur perawatan pasien anak-anak apa lagi bayi baru lahir melainkan peruntukannya adalah bagi pasien umum atau dewasa. (MAN)

Follow WhatsApp Channel serambilampung.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kantah dan BPPRD Lamsel Lakukan Studi Tiru Pemanfaatan Peta ZNT Ke Kota Jambi
Hidayatullah M.Pd MM Kembali Pimpinan Perhimpunan Al-Irsyad Wilayah Propinsi Lampung
Kades Pematang Baru Masih Kosong
Wirahadikusumah Kantongi 444 Dukungan, Bakal Calon Ketua PWI Lampung Tunggu Verifikasi
Kantah Lampung Selatan Luncurkan Inovasi Perintis
PWI Lampung Selatan dan Grand Elty Krakatoa Buka Peluang Kolaborasi
Kantah Lampung Selatan Partisipasi Dalam Percepatan Integrasi NIB dan NOP
Kantah Lampung Selatan Perkuat Sinergi Dengan Pemkab Lamsel
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kantah dan BPPRD Lamsel Lakukan Studi Tiru Pemanfaatan Peta ZNT Ke Kota Jambi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Hidayatullah M.Pd MM Kembali Pimpinan Perhimpunan Al-Irsyad Wilayah Propinsi Lampung

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Kades Pematang Baru Masih Kosong

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Kantah Lampung Selatan Luncurkan Inovasi Perintis

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:00 WIB

PWI Lampung Selatan dan Grand Elty Krakatoa Buka Peluang Kolaborasi

Berita Terbaru

Oplus_131072

Lampung Selatan

Kades Pematang Baru Masih Kosong

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:57 WIB

Blog

Iklan Kehilangan

Kamis, 22 Okt 2026 - 10:50 WIB