Menelaah Arah DBOD Lampung: Jangan-Jangan “Desain Bingung Olahraga Daerah”?

- Jurnalis

Kamis, 13 November 2025 - 21:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Oleh: Reza Adhi Nugroho, M.Pd – Akademisi Olahraga)

Serambi Lampung.com – Provinsi Lampung tampaknya sedang naik daun di dunia olahraga. Dalam beberapa tahun terakhir, kontingen Sai Bumi Ruwa Jurai ini rutin menembus 10 besar ajang multievent nasional — mulai dari PON Aceh–Sumut, PON Beladiri, hingga POPNAS. Artinya apa? Artinya Lampung bukan lagi sekadar “pemain figuran” yang tampil di pembukaan acara, tetapi sudah menjadi salah satu pemeran utama yang diperhitungkan di panggung olahraga nasional.

Nah, di tengah geliat prestasi itu, muncullah Desain Besar Olahraga Daerah (DBOD) — yang disebut-sebut sebagai “kitab suci baru” bagi insan olahraga Lampung. Konon, DBOD akan menjadi kompas kebijakan olahraga daerah. Namun, entah kenapa, kompasnya tampak masih perlu dikalibrasi. Arah jarumnya kadang menunjuk ke utara, tapi tak jarang juga ke “entah ke mana”.

Beberapa waktu lalu, Forum Group Discussion (FGD) yang digagas KONI Lampung bersama salah satu universitas negeri digelar dengan semangat membara. Sayangnya, hasilnya justru membuat banyak orang garuk-garuk kepala — bukan karena ketombe, tapi karena bingung:

Baca Juga :  Lampung Matangkan Persiapan PON 2032, Tunggu Verifikasi KONI Pusat

DBOD ini sebenarnya mau ke mana sih?

Fokus awalnya disebut untuk menemukan cabang olahraga unggulan, tetapi ujung-ujungnya justru melebar ke pembahasan industri olahraga. Lho, prestasinya ke mana? Seolah-olah prestasi kini jadi topping opsional, bukan bahan utama. Padahal mari jujur — siapa yang mau beli alat olahraga mahal kalau prestasi atletnya saja tak tampak? Kalau prestasinya tenggelam, industrinya pun ikut karam.

Prestasi adalah pondasi, industri hanyalah efek domino, bukan sebaliknya. Tapi sepertinya ada yang salah kaprah. Entah karena ada kepentingan terselubung berbalut DBOD, atau jangan-jangan ini hanya proyek pengumpulan data skripsi seseorang yang belum sempat revisi Bab Tiga.

Yang lebih menggelitik, beberapa kampus yang terbukti berkontribusi besar terhadap prestasi olahraga daerah justru tidak dilibatkan dalam penyusunan DBOD. Padahal, mahasiswa mereka sering membawa pulang medali dari ajang nasional. Sementara kampus lain yang kontribusinya belum jelas malah duduk manis di kursi undangan. Ironi? Tentu saja. Di dunia olahraga, prestasi sering kalah pamor dari relasi.

Baca Juga :  Besok KONI Lamsel Musorkablub, 7 Cabor Tak Aktif Tak Bisa Ikut Memilih

Dan di tengah semua ini, kita masih punya tagline sakral dari KONI:

“Sinergitas untuk Prestasi.”

Sayangnya, sinergi itu kadang hanya berhenti di spanduk, sementara prestasi berhenti di wacana. Ego personal masih menjadi “lawan tanding” paling berat, bahkan sebelum turun ke gelanggang.

Maka sebelum DBOD benar-benar berubah makna menjadi “Desain Bingung Olahraga Daerah”, mari semua pihak duduk bersama. Tak perlu bawa ego, cukup bawa kopi dan niat baik. Sebab membangun olahraga bukan kerja satu kampus, satu lembaga, apalagi satu orang. Ini kerja bersama, sadar, dan ilmiah.

Jika arah DBOD Lampung dapat diperjelas, bukan mustahil Lampung benar-benar menjadi provinsi yang bukan hanya tampil di papan 10 besar, tetapi juga menjadi barometer olahraga nasional, bahkan dunia.

DBOD seharusnya bukan sekadar “kitab suci” olahraga, tetapi panduan yang diamalkan oleh seluruh insan olahraga Lampung untuk meraih prestasi yang lebih tinggi dan berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel serambilampung.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Shafira Naik Podium Final LSI 2026, Surfer Lampung Tembus 3 Besar
Atlet Anggar Lampung Sabet 2 Emas di West Java Fencing Challenge 2026
Saatnya Cuan Medali! 17 Atlet Petanque Lampung Gaspol ke Kejurnas
Kejuaraan Gubernur Lampung Badminton Open 2026 Lahirkan Juara dan Talenta Berprestasi
Farihan-Angga Ukir Prestasi, Gelar Juara Domino Jadi Bekal Porwanas XV
Kejurnas Hapkido ke-9 Jadi Ajang KONI Pusat Intip Tata Kelola Pertandingan di Lampung
Lampung Barat Dominan, 69 Peserta Sudah Terdaftar di Porprov X Lampung
Pengcab POBSI Lampung Selatan Kecam Pernyataan Sekretaris Koni Bandar Lampung
Berita ini 152 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:13 WIB

Shafira Naik Podium Final LSI 2026, Surfer Lampung Tembus 3 Besar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Atlet Anggar Lampung Sabet 2 Emas di West Java Fencing Challenge 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Saatnya Cuan Medali! 17 Atlet Petanque Lampung Gaspol ke Kejurnas

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Kejuaraan Gubernur Lampung Badminton Open 2026 Lahirkan Juara dan Talenta Berprestasi

Minggu, 27 September 2026 - 19:42 WIB

Farihan-Angga Ukir Prestasi, Gelar Juara Domino Jadi Bekal Porwanas XV

Berita Terbaru

Oplus_131072

Lampung Selatan

Kades Pematang Baru Masih Kosong

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:57 WIB

Blog

Iklan Kehilangan

Kamis, 22 Okt 2026 - 10:50 WIB