SERAMBI LAMPUNG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung menggelar aksi penanaman pohon bersama pengurus cabang olahraga (cabor) se-Provinsi Lampung di kawasan Taman Kehati Kota Baru, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen KONI Lampung dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus mengembangkan konsep sport ecotourism di daerah tersebut.
Ketua Umum KONI Lampung Taufik Hidayat mengatakan, Taman Kehati Kota Baru memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat olahraga berbasis lingkungan.
Luasnya kawasan daratan serta keberadaan embung dinilai sangat mendukung pengembangan berbagai cabang olahraga, baik olahraga luar ruang maupun olahraga air.
“Potensinya sangat luar biasa. Saat ini sudah ada 17 cabang olahraga yang siap berkolaborasi. Dalam waktu dekat, olahraga berkuda dan paramotor menjadi yang paling siap untuk memulai aktivitas di sini,” kata Taufik kepada Radar Lampung, Selasa (10/2/2026).
Menurut Taufik, pengembangan kawasan ini akan ditindaklanjuti dengan perencanaan teknis fasilitas olahraga yang disesuaikan dengan karakter lahan. KONI Lampung akan berkoordinasi dengan masing-masing cabor untuk mendesain lapangan sesuai standar teknis.
“Kami menyesuaikan dengan kondisi lahan yang ada, mulai dari lapangan berkuda memanah, berkuda ketangkasan, polo, hingga cabang olahraga seperti hoki dan kriket,” ujarnya.
Meski saat ini koordinasi masih difokuskan pada internal cabang olahraga, Taufik menegaskan bahwa KONI Lampung terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, guna mewujudkan sarana dan prasarana olahraga yang memadai dan berkelanjutan.
Dukungan terhadap inisiatif tersebut juga datang dari Yayasan Taman Kehati. Perwakilan Yayasan Taman Kehati, Herawati Soekardi Djausal, menilai keterlibatan insan olahraga justru akan mempercepat terwujudnya visi kawasan konservasi yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
“Konservasi itu tidak hanya soal pelestarian, tetapi juga pengelolaan berkelanjutan dan pemanfaatan. Masuknya KONI dan juga KORMI ke kawasan ini menjadi bagian dari pemanfaatan untuk ekowisata dan eko-sport,” kata Herawati.
Ia meyakini aktivitas olahraga tidak akan mengganggu kelestarian lingkungan di Taman Kehati. Sebaliknya, keberadaan atlet dan komunitas olahraga dinilai dapat membuat kawasan tersebut lebih hidup dan dikenal luas oleh masyarakat.
“Kalau hanya menunggu pohon besar untuk sumber bibit, tentu butuh waktu lama. Namun dengan adanya kegiatan olahraga, kawasan ini bisa langsung memberi manfaat, mulai dari pasar buah segar, pusat bibit, hingga rencana pengembangan floating market,” ujarnya.
Herawati menambahkan, kolaborasi antara kawasan konservasi dan dunia olahraga berpotensi menjadi terobosan baru di tingkat nasional. “Ini bisa menjadi yang pertama di Indonesia, kawasan konservasi yang bermitra langsung dengan KONI dan berbagai cabang olahraga untuk membangun ekosistem sport ecotourism yang berkelanjutan,” katanya. (Red).









