Serambi Lampung.com – Pemadaman listrik yang terjadi di Kota kalianda selama lebih dari 4 jam, berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat. Sejumlah layanan publik dilaporkan terganggu, sementara pelaku usaha terutama usaha kecil dan menengah mengalami kerugian akibat terhentinya operasional.
Gangguan listrik menyebabkan layanan administrasi di beberapa kantor tidak berjalan optimal. Sistem berbasis komputer dan jaringan internet terhenti, mengakibatkan antrean dan penundaan pelayanan kepada masyarakat. Di sektor kesehatan, pemadaman juga memaksa fasilitas layanan mengandalkan genset untuk menjaga operasional tetap berjalan, namun tidak semua bisa tertanggulangi.
Dampak paling terasa dialami pelaku usaha. Toko ritel, warung makan, hingga pelaku UMKM yang bergantung pada peralatan listrik mengaku kehilangan omzet. “Lampu mati, alat tidak bisa digunakan, pelanggan juga sepi,” ujar salah satu pemilik usaha yang terdampak. Usaha kuliner turut dirugikan karena bahan makanan berisiko rusak dan transaksi non-tunai tidak dapat dilakukan.
Warga berharap pihak terkait, khususnya PLN, dapat segera menormalkan pasokan listrik serta memberikan penjelasan resmi terkait penyebab pemadaman dan estimasi pemulihan.
Masyarakat juga meminta agar keandalan listrik ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa terulang, mengingat listrik menjadi kebutuhan utama penopang aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.
Hingga berita ini diturunkan,belum ada keterangan resmi dari pihak PLN ranting Kalianda. (red).









