SERAMBI LAMPUNG.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung bersama KONI Banten terus melanjutkan tahapan pencalonan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032. Kedua provinsi tersebut kini memasuki tahap penyerahan sejumlah dokumen dukungan kepada KONI Pusat.
Wakil Ketua Umum II KONI Lampung Riagus Ria mengatakan, pihaknya akan bertemu dengan KONI Pusat di Jakarta pada Rabu (10/3/2026) untuk menyerahkan berbagai dokumen persyaratan yang telah disiapkan.
“Hari ini Ketua Umum KONI Lampung berangkat ke Jakarta untuk memenuhi tahapan tersebut. Kami mendampingi bersama pengurus dari bidang organisasi dan pembinaan prestasi. Selain itu, turut hadir perwakilan dari Dispora dan Bappeda,” ujar Riagus sebelum keberangkatan ke Jakarta.
Menurut Riagus, pertemuan dengan KONI Pusat dijadwalkan berlangsung pukul 11.00 WIB. Dalam agenda itu, KONI Lampung dan KONI Banten akan hadir bersama sebagai pasangan kandidat tuan rumah PON 2032.
Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah menyerahkan surat dukungan dari Pemerintah Provinsi Lampung, baik dari gubernur maupun DPRD Provinsi Lampung. Selain itu, kedua provinsi juga telah memenuhi kewajiban pembayaran uang pendaftaran sebesar Rp1 miliar.
Lampung dan Banten juga menyiapkan uang jaminan sebesar Rp7 miliar yang dibagi dua, sehingga masing-masing provinsi menanggung Rp3,5 miliar.
Riagus berharap tidak ada kandidat lain yang maju dalam pencalonan tuan rumah PON 2032. Meski demikian, ia mengakui ada kabar sejumlah provinsi lain seperti Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Jawa Tengah yang berpotensi ikut bersaing.
“Kami berharap tidak ada kandidat lain. Apalagi batas waktu pencalonan dipercepat oleh KONI Pusat hingga 1 April 2026 dari sebelumnya 1 Mei. Lampung dan Banten sebagai kandidat yang serius tentu memiliki peluang besar,” katanya.
Setelah tahap penyerahan dokumen, proses seleksi akan berlanjut dengan verifikasi venue cabang olahraga oleh tim KONI Pusat yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.
Lampung, menurut Riagus, mengajukan 26 cabang olahraga dalam pencalonan tersebut. Pada tahap verifikasi nanti, kesiapan sarana dan prasarana olahraga akan menjadi fokus penilaian tim dari KONI Pusat.
Selain itu, KONI Lampung dan Banten juga berencana menggelar rapat bersama untuk membahas berbagai persiapan lain, seperti penyusunan logo, tagline, dan maskot PON 2032.
“Ke depan kemungkinan juga akan digelar Rapat Koordinasi Nasional Khusus PON 2032 sekitar Agustus 2026 di Jakarta. Pada forum itu, Lampung akan mempresentasikan berbagai kesiapan kepada KONI Pusat dan seluruh KONI provinsi,” ujar Riagus. (Red).









