SERAMBI LAMPUNG — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda hingga kini masih menunjukkan dinamika yang cukup tinggi, di mana letusan dan semburan material dari dalam kawah terus berlanjut tanpa henti sejak beberapa hari terakhir.
Di tengah situasi tersebut, kabar baik datang bagi masyarakat di Provinsi Lampung karena intensitas hujan debu vulkanik yang sempat pekat mengguyur wilayah ini sejak Sabtu malam kini terpantau mulai menurun secara signifikan.
Berdasarkan analisis cuaca, perubahan arah angin menjadi faktor utama berkurangnya paparan debu di daratan Lampung, di mana angin bergerak konsisten ke arah utara dan membawa sebaran abu lebih banyak menuju wilayah Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat.
Kondisi ini membuat kawasan pesisir Lampung Selatan, Kalianda, hingga sebagian besar wilayah Bandar Lampung berangsur bersih, sehingga langit yang sebelumnya tertutup kabut abu kini kembali cerah dan aktivitas warga berangsur normal.
Meskipun sebaran debu di daratan Lampung mulai menipis, otoritas terkait menegaskan bahwa status Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III atau Siaga.
Keputusan mempertahankan status tersebut diambil karena aktivitas internal gunung api masih aktif, yang terbukti dari masih adanya semburan lava pijar pada malam hari serta kolom asap tebal yang membumbung tinggi dari kawah.
Di sektor transportasi laut, jarak pandang di perairan Selat Sunda saat ini tercatat berada di kisaran 6 kilometer dengan kondisi cuaca dan gelombang yang relatif aman, sehingga aktivitas penyeberangan kapal feri di lintas Bakauheni–Merak tetap berjalan lancar.
Menanggapi situasi ini, Anggota Komisi V DPR RI, Aprozi Alam, turun langsung melakukan peninjauan ke lapangan guna mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meskipun dampak abu vulkanik di darat tampak mulai berkurang.
Aprozi menekankan bahwa arah angin bersifat dinamis dan dapat berbalik sewaktu-waktu, sehingga ia meminta BMKG memperbarui data pergerakan abu secara real-time serta memastikan Basarnas dan BPBD menyiagakan posko darurat 1×24 jam di wilayah rawan.
Pemerintah daerah dan instansi berwenang terus mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di pesisir Selat Sunda, untuk tetap tenang, mematuhi radius aman, serta hanya merujuk pada informasi resmi dari PVMBG dan BMKG.
Aprozi mengimbau kepada seluruh masyarakat, baik yang berada di Provinsi Lampung maupun Banten, khususnya masyarakat yang tinggal di pesisir dan perairan Selat Sunda, untuk tetap waspada dan tidak melonggarkan kewaspadaan. Selalu ikuti perkembangan informasi resmi yang bersumber dari BMKG, PVMBG, serta Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah agar tidak terpapar berita bohong atau hoaks. Perlu diingat, status aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini tetap pada Level III — SIAGA.
Selain itu, Aprozi telah melakukan komunikasi langsung sebanyak dua kali dengan BASARNAS Provinsi Lampung dan BASARNAS Provinsi Banten untuk menegaskan agar tetap berada dalam siaga satu kali empat jam serta menempatkan posko-posko siaga di wilayah-wilayah yang dianggap rawan, baik di kawasan pesisir maupun perairan sekitar Selat Sunda. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan dan kecepatan penanganan apabila sewaktu-waktu terjadi perubahan kondisi yang memerlukan tindakan darurat.
Tetap waspada, patuhi arahan dari pihak berwenang, dan saling mengingatkan sesama warga di lingkungan sekitar kita. Keselamatan kita bersama adalah yang utama. (Rilis)









