LAMPUNG UTARA – Panitia Pelaksana Turnamen Futsal Piala Bupati Lampung Utara 2026 membantah tudingan tidak bertanggung jawab atas insiden percikan api boom smoke yang melukai salah seorang penonton berinisial BLQ.
Melalui keterangan resmi pada Rabu (2/9/2026), panitia menegaskan bahwa insiden tersebut terjadi di luar kendali mereka. Panitia juga menyebut telah melakukan upaya pencegahan serta memberikan pertolongan kepada korban setelah kejadian.
Ketua Panitia Turnamen sekaligus Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Lampung Utara, Riski Sangun, menjelaskan bahwa alat piroteknik yang memicu insiden tersebut bukan disediakan oleh panitia, melainkan dibawa sendiri oleh korban bersama rekan-rekannya ke area pertandingan di GOR Sukung Kotabumi.
“Boom smoke itu sama sekali bukan perlengkapan yang disediakan oleh panitia, Pak. Tapi dibawa sendiri oleh korban bersama rekan-rekannya,” ungkap Riski.
Riski mengatakan, sebelum pertandingan berlangsung, panitia telah memberikan peringatan dan melarang penggunaan alat serupa di area tribun penonton maupun sekitar lokasi pertandingan. Namun, larangan tersebut tidak dipatuhi.
“Kami sudah memperingatkan dan melarang korban bersama rekan-rekannya agar tidak menyalakan boom smoke itu di area pertandingan. Tetapi tetap saja dinyalakan,” tegasnya.
Saat insiden terjadi, panitia mengaku langsung memberikan pertolongan pertama kepada korban. Panitia juga berupaya membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, korban disebut sempat menolak.
“Saat kami akan membawa korban ke rumah sakit untuk penanganan medis lebih intensif, korban justru menolak, Pak,” ujarnya.
Meski demikian, panitia tetap berupaya memberikan pertolongan yang diperlukan. Riski bahkan turut mengantar korban ke klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
“Saat kejadian, kami sudah berusaha sebaik mungkin memberikan pertolongan dan perawatan medis. Saya sendiri yang turut mengantarkan langsung korban ke klinik, Pak,” kata Riski.
Atas kejadian tersebut, panitia menolak tudingan bahwa mereka tidak bertindak profesional dalam pelaksanaan turnamen. Panitia juga menyampaikan keprihatinan atas insiden yang terjadi dan berharap keluarga korban dapat memahami kronologi kejadian secara utuh.
Panitia menegaskan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan pencegahan sebelum insiden serta memberikan pertolongan setelah kejadian. Panitia juga meminta agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi tudingan yang menyudutkan pihak tertentu tanpa melihat kronologi secara menyeluruh. (Red)









