Pemprov Lampung Dukung Program Sekolah Unggul Garuda dan Kendalikan Inflasi Daerah

- Jurnalis

Senin, 14 April 2025 - 06:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERAMBI LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (Ekubang) Zainal Abidin, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dirangkaikan dengan Sosialisasi Penyelenggaraan Sekolah Unggulan Garuda secara virtual bertempat di Ruang Command Center Lt. II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (14/04/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Stella Christie Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek) menjelaskan bahwa Kemdiktisaintek ditugaskan oleh  Presiden Prabowo Subianto untuk menyelenggarakan program Sekolah Unggul Garuda.

“Sekolah Unggul Garuda merupakan gagasan langsung dari Bapak Presiden Prabowo Subianto. Dari Asta Cita terutama Asta Cita nomor 4, memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, inilah yang menjadi latar belakang fondasi atas gagasan membangun Sekolah Unggul Garuda,” jelasnya.

Stella juga menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto melihat bahwa akses pada bidang sains dan teknologi masih sangat sulit sehingga melalui Program Sekolah Unggul Garuda diharapkan dapat memberikan akses pendidikan yang berkualitas yang bisa melahirkan masyarakat Indonesia yang mampu memajukan sains dan teknologi Indonesia.

“Akses kepada sains dan teknologi itu harus dibangun sejak awal. Berdasarkan data-data, riset-riset yang telah kami lakukan, Bapak Presiden Prabowo Subianto mencanangkan bahwa akses ini harus diberikan sejak sekolah menengah atas atau SMA sehingga ditugaskanlah kami, Kemdiktisaintek untuk menyelenggarakan Sekolah Unggul Garuda terutama di jenjang SMA,” tegasnya.

Stella juga menjelaskan bahwa dalam penyelenggaraannya, Program Sekolah Unggul Garuda akan berada dibawah naungan Kemdiktisaintek.

“Ini adalah program strategis nasional yang sehingga untuk kita bisa membuat suatu kebijakan secara menyeluruh secara nasional termasuk bagaimana kita akan bisa menyalurkan siswa-siswa secara nasional, ini diletakkan di pemerintah pusat,” jelasnya.

Baca Juga :  Tim Gabungan Pantau Distribusi Pangan di Lampung, Pemprov Perkuat Kesiapsiagaan Ramadan

Program Sekolah Unggul Garuda akan menjadi satu kesatuan dari konsep pra-universitas.

“Bapak presiden menginginkan agar program ini menjadi suatu kesatuan dari konsep pra-universitas sehingga inilah mengapa progam ini ditempatkan di Kemdiktisaintek. Tujuan dan perencanaan sekolah unggul garuda ini seperti suatu fast track atau track yang sangat terpadu terhadap penerimaan siswa di perguruan tinggi terbaik di dunia, baik di luar negeri maupun di dalam negeri. Sehingga ini menjadi suatu kesatuan dan dalam segala perencanaan di Kemdiktisaintek pun penyelenggaraan program Sekolah Unggul Garuda selalu melibatkan perguruan tinggi dan para pelaku di perguruan tinggi,” tegasnya.

Sementara itu, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa berdasarkan data BPS, Inflasi bulanan Maret 2025 lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya dan Maret 2024. Inflasi tahunan Maret 2025 lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya namun lebih rendah dibandingkan Maret 2024,

“Pada Maret 2025 terjadi Inflasi Bulan ke Bulan (Maret 2025 terhadap Februari 2025) sebesar 1,65%, Inflasi Tahun ke Tahun (Maret 2025 terhadap Maret 2024) 1,03% dan Inflasi Tahun Kalender (Maret 2025 terhadap Desember 2024) 0,39%,” jelasnya.

Amalia juga menjelaskan bahwa komoditas pendorong inflasi di bulan Ramadan dan Idul Fitri didominasi oleh komoditas volatile food dan beberapa komoditas administered prices.

“Inflasi di momen Ramadan umumnya disumbang oleh komoditas pangan bergejolak dan komoditas diatur pemerintah, seperti tarif angkutan udara dan tarif angkutan antarkota. Secara umum, komoditas yang menyumbang inflasi Maret 2025 adalah komoditas pangan, yang merupakan komoditas kelompok makanan, minuman dan tembakau,” ucapnya.

Baca Juga :  Perdagangan Karbon Jadi Opsi Pendanaan Lingkungan di Lampung

“Beberapa komoditas dengan andil yang cukup besar adalah bawang merah, cabai rawit, dan daging ayam ras; dengan tingkat inflasi Maret 2025 masing-masing sebesar 24,07%; 13,67%; dan 1,64%,” tambahnya.

Amalia juga menjelaskan bahwa secara historis empat tahun terakhir, komoditas bawang merah dan daging ayam ras selalu mengalami inflasi pada momen Ramadan dan Idul Fitri, kecuali pada Maret 2023 untuk bawang merah dan Mei 2022 untuk daging ayam ras.

Amalia juga memaparkan bahwa pada Maret 2025 sebagian besar provinsi mengalami inflasi, 36 provinsi mengatami inflasi 2 provinsi mengalami deflasi serta 142 Kabupaten/Kota mengalami Inflasi, 8 Kabupaten/Kota mengalami Deflasi.

Pada M2 April 2025, Amalia juga menjelaskan bahwa terdapat 25 provinsi yang mengalami kenaikan IPH, 12 provinsi yang mengalami penurunan IPH, dan 1 provinsi yang menunjukkan IPH stabil dibandingkan bulan. sebelumnya serta Komoditas penyumbang andil kenaikan IPH di 25 Provinsi yang mengalami kenaikan IPH adalah bawang merah dan cabai merah.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir menegaskan bahwa Pemerintah Daerah harus berupaya mengatasi inflasi yang kerap kali terjadi pada 3 komoditas pangan.

“Sejak kita melaksanakan dari awal rapat koordinasi pengendalian inflasi ini, kita selalu tidak lepas dari 3 hal tersebut. Berkaitan dengan harga cabai merah, cabai rawit, bawang merah, kemudian tidak bosan-bosannya kami juga selalu mengajak bapak ibu sekalian kepala daerah cobalah untuk menanam, tidak terlalu luas tapi bisa paling tidak untuk kabupatennya sendiri untuk kebutuhannya sendiri,” ucapnya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Follow WhatsApp Channel serambilampung.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kolaborasi TP. PKK, DWP, dan OPD Provinsi Lampung Bagikan Ratusan Takjil untuk Masyarakat
Pemprov Lampung Lepas 42 ASN Purna Bakti, Kadis Perkebunan Intizam Capai Pangkat Tertinggi
Kadis BMBK Pastikan Jalan Provinsi Aman Dilalui Selama Arus Mudik
Rakor Inflasi Februari 2026, Pemprov Lampung Dorong TPID Lebih Aktif Awasi Harga Pasar
Pemprov Lampung Dorong Zona Integritas, Masyarakat Dapat Layanan Lebih Transparan dan Akuntabel
Safari Ramadan Jadi Momentum Pemerintah Dengarkan Aspirasi dan Bantu Masyarakat
Penanganan Cepat Jalan Rusak Dorong Aktivitas Ekonomi Warga di Daerah
Tim Gabungan Pantau Distribusi Pangan di Lampung, Pemprov Perkuat Kesiapsiagaan Ramadan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 22:13 WIB

Kolaborasi TP. PKK, DWP, dan OPD Provinsi Lampung Bagikan Ratusan Takjil untuk Masyarakat

Jumat, 27 Februari 2026 - 22:20 WIB

Pemprov Lampung Lepas 42 ASN Purna Bakti, Kadis Perkebunan Intizam Capai Pangkat Tertinggi

Senin, 23 Februari 2026 - 05:59 WIB

Kadis BMBK Pastikan Jalan Provinsi Aman Dilalui Selama Arus Mudik

Senin, 23 Februari 2026 - 05:56 WIB

Rakor Inflasi Februari 2026, Pemprov Lampung Dorong TPID Lebih Aktif Awasi Harga Pasar

Senin, 23 Februari 2026 - 05:50 WIB

Pemprov Lampung Dorong Zona Integritas, Masyarakat Dapat Layanan Lebih Transparan dan Akuntabel

Berita Terbaru

Poto: Ketua KONI Lampung dan rombongan saat kunjungan ke Universitas Bandar lampung ( ist).

Daerah

Menata Mimpi PON 2032 dari Halaman Kampus

Kamis, 12 Mar 2026 - 12:15 WIB

Wagub Lampung Jihan Nurlela, tengah memberikan sambutan dalam musrenbang RKPD Lamsel. (Foto.Juwantoro)

Lampung Selatan

Wagub Lampung Jihan, Puji Lamsel Karena Capaianya Cukup Baik

Rabu, 11 Mar 2026 - 18:21 WIB

Poto: Ketua KONI Lampung Taufik Hidayat

Lampung

Lampung–Banten Masuki Tahap Pembagian Cabor untuk PON 2032

Selasa, 10 Mar 2026 - 15:09 WIB

Posko Kesehatan Lampung Selatan. (Foto.Ist)

Kesehatan

Dinkes Lamsel Siapkan 15 Posko Kesehatan Bagi Para Pemudik

Selasa, 10 Mar 2026 - 13:33 WIB