BEM FK Unila Hadirkan Aksi Nyata Skrining dan Pencegahan TBC di Desa Sinarogan

- Jurnalis

Rabu, 9 Juli 2025 - 23:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama dengan dr. Anisa, wakil ketua BEM FK Unila, dan Ketua pelaksana (dok FK Unila)

Foto bersama dengan dr. Anisa, wakil ketua BEM FK Unila, dan Ketua pelaksana (dok FK Unila)

Serambi Lampung.com – Dalam rangkaian kegiatan Bulan Bakti 2025, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung kembali menghadirkan aksi nyata melalui Medora Project: Main Act Desa I & II, yang terfokus pada isu kesehatan masyarakat, khususnya penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC). Tahun ini, Medora Project mengusung tema besar ATHENA (Action for Tuberculosis Health: Elimination, Nurturing, and Awareness) yang menekankan pentingnya eliminasi TBC melalui edukasi, skrining dini, dan pemberdayaan masyarakat.

Poto: Penyampaian materi terkait penyakit tuberkulosis oleh dr. Laisa Azka, Sp. P

Kegiatan Main Act Desa I dilaksanakan di Desa Sinar Ogan dengan fokus utama pada penyuluhan serta pemeriksaan dini penyakit TBC. Menghadirkan narasumber dr. Laisa Azka, Sp.P., spesialis paru, kegiatan ini mengangkat topik “Satu Desa Peduli TB: Bersama Lawan Penyakit, Hapus Stigma”.

Materi penyuluhan membahas gejala-gejala TBC seperti batuk lebih dari 2 minggu, demam, keringat malam, dan penurunan berat badan, serta pentingnya peran PMO (Pengawas Menelan Obat) dalam mendampingi pasien selama proses pengobatan. Kegiatan dilanjutkan dengan skrining TBC gratis oleh tim mahasiswa bersama PPDS Pulmonologi, meliputi form isian gejala, pemeriksaan dasar, hingga konsultasi awal.

Baca Juga :  UIN Raden Intan Lampung Raih Peringkat Lima Besar PTKIN Terbaik Versi Webometrics Januari 2025

Warga yang mengikuti skrining mendapatkan TBC Kit berisi masker, tisu, hand sanitizer, vitamin, dan minuman elektrolit untuk mendukung hidrasi. Antusiasme tinggi dari masyarakat menjadi bukti bahwa program ini diterima dengan baik dan membangun kesadaran kolektif terhadap bahaya TBC.

Masih di Desa Sinar Ogan, Main Act Desa II dilaksanakan pada Selasa, 8 Juli 2025. Kegiatan ini mengusung pendekatan edukatif dan partisipatif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengobatan TBC dengan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short-course).

Penyampaian terkait PMO untuk pasien TBC oleh dr. Anisa Nuraisa Djausal, M.KM. (dok FK Unila)

Seminar bertajuk “TB Bisa Sembuh untuk Desa Sehat: Yuk Kenali Pengobatan DOTS & Peran PMO!” dibawakan oleh dr. Anisa Nuraisa Djausal, M.KM. Melalui metode pre-test dan post-test, panitia mengukur sejauh mana efektivitas penyampaian materi kepada peserta.

Tak hanya edukatif, kegiatan ini juga menghadirkan workshop pembuatan sabun cuci tangan yang disambut antusias oleh warga. Setelah sabun selesai dibuat, warga membubuhkan cap tangan sebagai simbol komitmen menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), lalu mempraktikkan enam langkah cuci tangan yang benar secara kolektif.

Baca Juga :  BPL FC Resmi Jual Tiket, Harga Mulai Rp50 Ribu

Sebanyak 50 warga Desa Sinar Ogan antusias mengikuti kegiatan Main Act Desa 1, sementara pada Main Act Desa 2 tercatat 24 peserta hadir, termasuk sejumlah kader desa yang turut berperan aktif dalam pelaksanaan acara bersama 32 panitia dari mahasiswa FK Unila. Sebagai bentuk apresiasi, penghargaan Athena’s Legion diberikan kepada peserta paling aktif selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Poto: Pemberian Penghargaan Athena Legion untuk warga Desa yang aktif selama acara berlangsung (dok FK Unila)

Ketua Pelaksana Medora Project 2025, Faris Novaldi, menyampaikan rasa syukurnya atas suksesnya rangkaian kegiatan ini.

“Alhamdulillah acara Main Act Desa I dan II dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat. Warga jadi lebih paham mengenai penyakit tuberkulosis, peran PMO, serta pentingnya menjaga kebersihan untuk pencegahan TBC,” ungkap Faris.

Melalui edukasi, skrining, hingga pelatihan keterampilan praktis seperti pembuatan sabun, Medora Project 2025 membuktikan bahwa pengabdian mahasiswa tidak hanya berhenti pada teori, tetapi mampu menjangkau masyarakat secara langsung dengan solusi konkret. Dengan pendekatan berbasis komunitas dan kolaboratif, kegiatan ini membentuk masyarakat desa yang lebih waspada, peduli, dan berdaya dalam menghadapi TBC. (*)

Follow WhatsApp Channel serambilampung.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Lamsel Siapkan Lahan Untuk SMA Unggulan
Kantor Bupati Lampung Selatan Kini Berubah Bersih dan Wangi
Iqbal Ardiansyah Ajak Anak Muda Lampung Jadi Kreatif dan Inovatif
Yoga Swara: Stadion Pahoman Bukan Tak Layak, Hanya Belum Waktunya
PWI Lampung Gelar Pelatihan Kehumasan bagi Tenaga Pendidik se-Bandar Lampung
Gubernur Lampung Beri Tabungan Rp2,5 Juta dan Sepeda untuk Raihan, Bocah Panjat Tiang Bendera
Bocah SD Panjat Tiang 12 Meter Selamatkan Sang Merah Putih di Upacara HUT RI
Egi Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan RKB
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Agustus 2025 - 11:08 WIB

Pemkab Lamsel Siapkan Lahan Untuk SMA Unggulan

Kamis, 21 Agustus 2025 - 19:02 WIB

Kantor Bupati Lampung Selatan Kini Berubah Bersih dan Wangi

Kamis, 21 Agustus 2025 - 09:19 WIB

Iqbal Ardiansyah Ajak Anak Muda Lampung Jadi Kreatif dan Inovatif

Rabu, 20 Agustus 2025 - 16:44 WIB

Yoga Swara: Stadion Pahoman Bukan Tak Layak, Hanya Belum Waktunya

Rabu, 20 Agustus 2025 - 16:05 WIB

PWI Lampung Gelar Pelatihan Kehumasan bagi Tenaga Pendidik se-Bandar Lampung

Berita Terbaru

Jajaran DTPH -Bun Lampung Selatan lakukan kunker ke Bogor. (Foto.Ist)

Lampung Selatan

DTPH -Bun Lamsel Akan Kembangkan KPK dan Kelapa Kopyor

Kamis, 28 Agu 2025 - 09:45 WIB

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama melantik 8 pejabat eselon III di Lingkungan Pemkab Lamsel, Rabu, 27 Agustus 2025. (Foto.Juwantoro)

Lampung Selatan

Delapan Pejabat Eselon III di Lantik

Rabu, 27 Agu 2025 - 13:20 WIB

Jakarta

Dikit-dikit Minta Amnesti: Drama Noel di Panggung Korupsi

Rabu, 27 Agu 2025 - 00:21 WIB