SERAMBI LAMPUNG – Upaya mendorong minat baca, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung Selatan menggelar festival literasi 2025, Rabu, 26 November 2025, di Halaman Masjid Agung Lamsel.
Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari sejak Rabu – Kamis, 26 – 27 November 2025 itu, juga ditampilkan produk makanan dan kerajinan pada stand 17 kecamatan di Lamsel.
Dalam sambutanya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung Selatan M.Darmawan, menyatakan tujuan kegiatan festival listerasi ini untuk mendorong peningkatan minat baca masyarakat di Lamsel, mengenalkan manfaat dan peran perpustakaan dalam pengembangan minat dan bakat, mengoptimalkan peran perpustakaan sebagai ruang pembelajaran dan berkreativitas dan menjadikan perpustakaan sebagai tempat shering pengetahuan dan pengembangan potensi lingkungan di wilayah Lamsel.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperingati bulan gemar membaca dan hari kunjung perpustakaan yang terdiri dari beberapa kegiatan seperti pemilihan duta baca umum, lomba menulis cerpen tingkat SMA, lomba pidato bahasa lampung tingkat SMP, lomba menggambar tingkat SD dan lomba bertutur tingkat SD,”ujarnya.
Dia menjelaskan, para peserta festival literasi berjumlah 600 orang terdiri dari peserta kegiatan pelatihan inklusi sosial perpustakaan 200 orang, peserta talkshow interaktif 200 orang, peserta pameran produk inklusi sosial perpustakaan 200 orang.
“Nara sumber festival literasi yakni kegiatan pelatihan inklusi sosial perpustakaan Pujo dengan materi strategis pemasaran UMKM, Online dan Offline dan Yuni Safitri dengan meteri praktek pembuatan cindramata atau oleh – oleh. Sementara, untuk kegiatan talkshow yaitu Intji Indriati (Plt Kadis Pariwisata), Gufran Azhar (GM Of Jungle Sea Kalianda) dan Nellawatty Ningsih (Praktisi literasi dan pelatih ahli program TPBIS Provinsi Lampung),”jelasnya.
Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, mengatakan berkaitan dengan festival literasi tentunya minat baca harus tumbuh. Bahkan, tadi juga telah disampaikan Go -nya masyarakat harus listerasi dengan sejarah Lamsel. Sehingga, bisa tumbuh kebangga bagi kabupaten ini.
“Saya tadi sampaikan untuk membuat pojok baca di berbagai tempat seperti di dinas, perkantoran dan masjid agung. Maka, pada tahun 2026 kita akan coba anggarkan. Sebab, hal ini sangat penting. Apalagi, listerasi ini berkaitan dengan program Lamsel yakni pariwisata,”katanya.
Selain itu, kata dia, perpustakaan sebagai destinasi wisata intelektual: Kita harus mengubah citra perpustakaan dari tempat sunyi menjadi ruang publik kreatif yang nyaman, seperti halnya kegiatan festival literasi hari ini.
“Oleh karena itu, mari kita jadikan membaca sebagai gerakan budaya, dan perpustakaan sebagai jantung yang memompa kesadaran akan potensi daerah kita. Dengan fondasi literasi yang kuat, kita akan mampu menyajikan pariwisata yang lebih bermakna, bukan hanya sekadar indah, tetapi juga kaya akan cerita dan nilai lokal,”katanya. (MAN)









