SERAMBI LAMPUNG – Badan Pengelola Keuangan dan Arsip Daerah (BPKAD) Kabupaten Lampung Selatan menyatakan penyerapan APBD Lamsel tahun 2026 masih kecil pada triwulan pertama.
Hal ini dikatakan Kepala BPKAD Lampung Selatan Rini Ariasih, Selasa, 21 April 2026, melalui aplikasi Whatsapp -nya.
Menurut dia, Pendapatan Daerah
dari Anggaran Rp 2.119.263.449.484,00 baru terealisasi Rp472.778.550.433,30 atau (22,30%) pertanggal 20 April 2026. Sementara itu, untuk Belanja Daerah dari Anggaran Rp2.211.537.910.259,00 terealisasi Rp353.394.578.120,00 atau (15,97%) pertanggal 20 April 2026.
“Jadi, penyerapan APBD Lampung Selatan masih cukup kecil. Hal ini disebabkan kegiatan banyak belum berjalan seperti pekerjaan fisik,”katanya.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Lampung Selatan Supriyanto meminta kepada para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkup Pemkab Lamsel segera laksanakan penyerapan anggaran. Pasalnya, hingga kini penyerapan anggaran pada triwulan pertama ini tahun 2026 masih sangat kecil sekali.
“Penyerapan anggaran tolong segera dilaksanakan. Sebab, dana kita masih cukup banyak terutama di bidang insfrastruktur. Karena, penyerapan anggaran kita dipantau juga oleh pemerintah pusat,”ujarnya, Senin, 20 April 2026, dalam rapat koordinasi mingguan, di Aula Rajabasa Kantor Bupati Lamsel.
Sementara itu, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setda Lampung Selatan Tri Umaryani, meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU – PR), Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Lamsel segera melakukan percepatan pekerjaan fisik terutama insfrastruktur. Sebab, kita semua tahu bahwa tahun 2025 lalu ada pekerjaan fisik yang tidak terselesaikan. Nanti juga kita meminta kepada juga kepada Bidang Perencanaan Pembangunan Setda Lampung Selatan untuk ikut memonitor bagaimana progresnya terutama pekerjaan yang menjadi prioritas seperti pekerjaan fisik pembangunan gedung.
“Tapi, saat ini kita akan menghadapi kondis el nino atau kemarau panjang memang sangat menguntungkan dalam melaksanakan pekerjaan fisik. Apalagi, pekerjaan dibidang Cipta Karya memang lebih pesifik terutama berkaitan dengan selera dan perubahan – perubahan pimpinan. Jadi, tolong diperhatikan,”katanya.(MAN)









