Paluma Gelar Worshop Sistem Informasi dan Komunikasi Kebencanaan

- Jurnalis

Kamis, 6 Februari 2025 - 10:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Project Manager Sprint Nanang Priyana,  menyerahkan bantuan lifjaket dan pelampung kepada perwakilan Destana, Kamis, 6 Februari 2025, dalam kegiatan workshop. (Foto.Juwantoro)

Project Manager Sprint Nanang Priyana, menyerahkan bantuan lifjaket dan pelampung kepada perwakilan Destana, Kamis, 6 Februari 2025, dalam kegiatan workshop. (Foto.Juwantoro)

Serambi Lampung.Com – Perkumpulan Paluma Nusantara bermitra dengan Asian disaster Preparadnes Centre (ADPC), melaksanakan program memperkuat kemitraan untuk ketangguhan masyarakat (Mitra Tangguh) di Desa Canti dan Desa Rajabasa Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan foto bersama dengan peserta worshop

Hal tersebut sebagai salah satu komponen program adalah penguatan sistem komunikasi dan informasi kebencanaan.

Acara yang dipusatkan di Aula Pertemuan RM Alam Mutiara, Kalianda, Kamis, 6 Febuari 2025 itu di hadiri Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan Ariswadi, sejumlah perwakilan Desa Tangguh Bencana (Destana) dari sejumlah desa, OPD, akademisi, ormas keagamaan, camat dan pihak lainnya.

Dimana, Sistem informasi kebencanaan, dirancang untuk memberikan kemudahan akses data dan informasi secara real-time. Sehingga dapat meningkatkan kesiapan masyarakat dan memperkuat koordinasi antarlembaga dalam menghadapi potensi bencana.

Sistem informasi tersebut memungkinkan organisasi untuk mengambil keputusan yang terbaik, termasuk keputusan manajemen, keputusan operasi, dan keputusan strategis.

Project Manager Sprint Nanang Priyana, mengatakan Kabupaten Lampung Selatan menempati rangking ke-4 daerah di Provinsi Lampung yang memiliki tingkat kerawan bencana tinggi berdasarkan buku Indeks Risiko Bencana (IRB) Indonesia tahun 2023, yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Hal itu menunjukkan bahwa wilayah Lampung Selatan termasuk zona merah daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi.

Berdasarkan buku IRB yang dikeluarkan BNPB, Lampung Selatan menempati urutan ke-4 di Lampung yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi di Provinsi Lampung, dibawah Pesisir Barat, Lampung Timur dan Lampung Barat.

Baca Juga :  Inkado Lampung Selatan Kirim 22 Atlet ke Kejuaraan Student Olympic 2025

Meski demikian, terjadi penurunan nilai IRB Lampung Selatan, dibandingkan pada 2022 lalu Lampung Selatan memiliki skor 150.32 sementara pada 2023 mendapat skor 146.47.

“Namun penurunan skor ini belum mengubah Kabupaten Lampung Selatan berada di wilayah yang risiko bencana dengan kategori tinggi,” ujarnya.

Nanang mengatakan, selain ancaman bencana geologi seperti gempa bumi dan tsunami, pada saat musim hujan potensi bencana Hidrometeorogi patut diwaspadai masyarakat seperti banjir, puting beliung dan juga banjir bandang yang bisanya terjadi karena kiriman dari daerah lain.
“Dengan besarnya ancaman bencana, perlu dilakukan upaya pengurangan risiko bencana,” katanya.

Dia menjelaskan, pengurangan resiko bencana adalah konsep dan praktik mengurangi resiko bencana melalui upaya sistematis dalam menganalisa dan mengurangi faktor-faktor penyebab bencana.

Pengurangan risiko bencana, kata Nanang, dapat dengan mempertimbangkan aspek berkelanjutan dan partisipasi dari semua pihak terkait.

“Upaya ini dilakukan dengan komitmen yang kuat dengan mengedepankan tindakan-tindakan yang harus diprioritaskan,”jelasnya.

Penyusunan prioritas tersebut perlu dilakukan untuk membangun dasar yang kuat dalam melaksanakan upaya pengurangan risiko bencana yang berkelanjutan serta mengakomodasikan kesepakatan internasional dan regional dalam rangka mewujudkan upaya bersama yang terpadu.

Berbagai bencana yang telah terjadi di Indonesia memberikan banyak pembelajaran bagi masyarakat Indonesia dan dunia bahwa banyaknya korban jiwa dan harta benda dalam musibah tersebut terjadi karena kurangnya pengetahuan dan ketidaksiapan masyarakat dalam mengantisipasi bencana.

Baca Juga :  SMSI Lampung Dorong Pembentukan Satgas Pemantau Jalan Rusak

Di samping kejadian-kejadian bencana tersebut pun semakin menyadarkan banyak pihak tentang pentingnya perencanaan dan pengaturan dalam penanggulangan bencana.

“Pada proses penanggulangan bencana alam, kebutuhan tidak hanya pada aspek logistik, akomodasi dan transportasi, kesehatan atau pakaian. Akan tetapi kebutuhan terhadap sistem informasi pada pada proses penanggulangan bencana berbasis manajemen, sangat dibutuhkan untuk memudahkan melakukan kerja operasional yang sistematis dan terkontrol dengan baik,” katanya.

Dia berharap, peserta memahami peran sistem informasi dan komunikasi kebencanaan sebagai upaya mitigasi bencana. Peserta dapat memahami implementasi sistem informasi dan komunikasi penanggulangan bencana.

“Kita harapkan, kesepakatan implementasi sistem komunikasi dan informasi peringatan dini terhadap bencana tsunami selat sunda,”tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan Ariswandi, berharap peserta yang hadir dapat menyampaikan informasi yang diperoleh dari kegiatan ini. Hal ini untuk memberikan pemaahaman dalam kebencanaan. Sehingga, korban jiwa tidak banyak.

“Bencana boleh terjadi. Tapi, kami berharap korban jiwa tidak ada. Selain itu, kami juga berharap semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua,”katanya. (MAN)

Follow WhatsApp Channel serambilampung.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tambang Ilegal di Natar Nekat Beroperasi, Warga Murka Sudah Dilapor, Tapi Tak Ditindak!
Horseback Archery League 2026 Digelar di Lampung, Bidik Atlet Menuju PON 2028
Kekayaan Intelektual, Fondasi Baru Profesionalisme Industri Olahraga
Gubernur Lampung Genjot Vokasi dan Magang Luar Negeri untuk Serap Peluang Kerja Global
Kantah Lampung Selatan Genjot Sertipikasi Aset Tol
KONI Lampung Genjot Drum Band, Bidik Prestasi di PON 2032
Pemkab Lamsel Gelar Diseminasi Paredi
Lampung Resmi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027, Digelar Serentak April
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 23:11 WIB

Tambang Ilegal di Natar Nekat Beroperasi, Warga Murka Sudah Dilapor, Tapi Tak Ditindak!

Sabtu, 25 April 2026 - 20:38 WIB

Horseback Archery League 2026 Digelar di Lampung, Bidik Atlet Menuju PON 2028

Jumat, 24 April 2026 - 13:30 WIB

Kekayaan Intelektual, Fondasi Baru Profesionalisme Industri Olahraga

Jumat, 24 April 2026 - 05:58 WIB

Gubernur Lampung Genjot Vokasi dan Magang Luar Negeri untuk Serap Peluang Kerja Global

Kamis, 23 April 2026 - 21:46 WIB

Kantah Lampung Selatan Genjot Sertipikasi Aset Tol

Berita Terbaru

Poto: Wakil Ketua II Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung, Riagus Ria di acara Porum diskusi bersama di Kantor Kemtrian Ham Lampung ( ist).

Bandar Lampung

Kekayaan Intelektual, Fondasi Baru Profesionalisme Industri Olahraga

Jumat, 24 Apr 2026 - 13:30 WIB

Poto: Kepala.Kantor Pertanahan Lamsel saat rakor Bersama bersama Satuan Kerja Pengadaan Jalan Tol Wilayah II (ist)

Daerah

Kantah Lampung Selatan Genjot Sertipikasi Aset Tol

Kamis, 23 Apr 2026 - 21:46 WIB