Viral Foto Napi Hisap Sabu Di Penjara “Skandal Di Lapas Kotabumi”

- Jurnalis

Sabtu, 14 Juni 2025 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEBERAPA hari terakhir, media sosial, terutama Facebook, diramaikan oleh beredarnya sebuah foto yang menunjukkan seorang narapidana di Lapas Kelas IIA Kotabumi, Lampung Utara, sedang menghisap sabu. Publik gempar, wajar saja. Foto itu bukan hanya menunjukkan kegagalan pengawasan, tetapi membuka tabir kelam peredaran narkoba yang diduga kuat dikendalikan dari balik jeruji.

Yang lebih menyedihkan, bukannya segera mengambil sikap tegas dan terbuka, pihak Lapas justru terlihat panik dan kebingungan. Kepala Lapas sempat menyatakan bahwa foto tersebut adalah dokumentasi lama, dua tahun lalu. Namun, hanya dalam hitungan hari, pernyataan itu diralat. Melalui Kasi Adminstrasi Keamanan dan Ketertiban Lapas Kelas IIA Kotabumi Zuhir Hendri mengatakan foto tersebut adalah foto di tahun 2024 lalu, tepatnya di bulan Juni.
Disaat kedua keterangan tersebut dijadikan ‘tameng’, terdapat dua petikan data putusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Kotabumi yang tak terbantahkan.
Dimana putusan Pengadilan Negeri Kotabumi tertanggal 11 September 2024 dengan nomor 180/PID.B/2024/PN, menyebutkan Nando Pratama bersama tiga rekannya ditetapkan bersalah oleh Pengadilan Negeri Kotabumi dan menjatuhkan hukuman penjara 4 bulan dalam kasus tindak pidana Pencurian.

Baca Juga :  Dilepas Bupati, CJH Kloter 2 Lampung Utara Bertolak ke Tanah Suci

Kemudian putusan pengadilan dengan nomor perkara 255/Pid.B/2023/PN Kbu tanggal putusan Senin, 11 Desember 2023 mengadili M. Alrado Ananda Hakim dan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Pencurian dan diputuskan hukuman penjara selama 1 tahun 4 bulan.

Perubahan keterangan ini bukan sekadar kesalahan komunikasi. Ini adalah bukti bahwa pihak lapas sendiri tidak solid, tidak transparan, bahkan mungkin mencoba menutupi fakta sebenarnya. Kepanikan ini justru menguatkan dugaan publik bahwa ada yang lebih besar sedang disembunyikan.

Pertanyaannya: bagaimana bisa seorang narapidana mendapatkan sabu, alat isap, bahkan cukup ruang untuk berfoto dalam keadaan santai mengonsumsinya? Jika benar napi tersebut adalah bandar yang menjalankan jaringan peredaran sabu dari dalam lapas, maka ada dua kemungkinan pahit: kelalaian atau keterlibatan.

Kita tidak bisa lagi menoleransi narasi klasik “pengawasan kurang”, “kekurangan personel”, atau “oknum”. Sudah terlalu sering istilah “oknum” digunakan sebagai tameng untuk menutupi kebusukan sistemik. Fakta bahwa narkoba bisa masuk, dikonsumsi, bahkan diedarkan dari dalam penjara menunjukkan bahwa ada sistem yang sangat lemah—atau sengaja dilemahkan.

Baca Juga :  Jamaah Keluhkan Konsumsi pada Manasik Haji Lampung Utara

Kementerian Hukum dan HAM, khususnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, harus turun tangan langsung. Jangan hanya mengandalkan laporan internal yang bisa dengan mudah dimanipulasi. Diperlukan audit menyeluruh, investigasi independen, dan sanksi tegas, termasuk pemecatan dan proses hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti lalai atau terlibat.

Lapas seharusnya menjadi tempat pembinaan, bukan tempat nyaman bagi bandar narkoba. Jika ini terus dibiarkan, maka jangan salahkan publik bila mulai menganggap bahwa penjara hanyalah formalitas, sementara kejahatan tetap berjaya di dalamnya.

Kasus di Lapas Kotabumi adalah alarm keras bagi seluruh lapas di Indonesia. Jangan tunggu foto lain viral, jangan tunggu kemarahan publik membesar. Sudah saatnya kita tidak hanya bereaksi, tapi bertindak dengan serius dan menyeluruh.

Kepercayaan masyarakat terhadap institusi hukum sudah cukup lama tergerus. Jangan sampai insiden ini menambah luka yang belum sembuh. Karena jika penjara tidak lagi mampu menjadi penjera, maka keadilan tinggal nama, dan hukum hanya ilusi.

Penulis : Lutfansyah

Follow WhatsApp Channel serambilampung.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Lampura Siap Sukseskan HPN dan Porwanas 2027
Insiden Boom Smoke, Panitia Piala Bupati Lampura Bantah Tudingan Tak Bertanggung Jawab
Gudang Tak Dialiri Listrik, Polisi Dalami Penyebab Kebakaran RSUD Ryacudu
Percikan Boom Smoke Lukai Mata Penonton di Turnamen Futsal Piala Bupati Lampura
RSUD Ryacudu Kotabumi Terbakar, Dua Ledakan Terdengar
Bupati Hamartoni Siap Dukung PWI-SIWO Lampung Utara Hadapi Porwanas 2027
SSB Al Star Milenial Lampung Raih Runner-up Football Festival Bupati Cup 2026
RSUD Ryacudu Terima Bantuan Alkes Rp42 Miliar, Kemenkes Siapkan Rp49 Miliar untuk Pengembangan
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 20:21 WIB

Pemkab Lampura Siap Sukseskan HPN dan Porwanas 2027

Kamis, 3 September 2026 - 22:32 WIB

Insiden Boom Smoke, Panitia Piala Bupati Lampura Bantah Tudingan Tak Bertanggung Jawab

Rabu, 2 September 2026 - 18:56 WIB

Gudang Tak Dialiri Listrik, Polisi Dalami Penyebab Kebakaran RSUD Ryacudu

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:31 WIB

Percikan Boom Smoke Lukai Mata Penonton di Turnamen Futsal Piala Bupati Lampura

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:53 WIB

RSUD Ryacudu Kotabumi Terbakar, Dua Ledakan Terdengar

Berita Terbaru

Perbaikan jalan raya Palas timbulkan debu. Sehingga ganggu pengguna jalan

Lampung Selatan

Perbaikan Jalan Raya Palas Timbulkan Debu

Rabu, 9 Sep 2026 - 19:39 WIB

poto: Dok SMSI Pesawaran

Daerah

Kejari Pesawaran Gandeng SMSI Kawal Anggaran Dana Desa

Rabu, 9 Sep 2026 - 13:42 WIB

Pengurus PWI Lampung Audensi dengan Bupati Lampung Barat

Lampung Barat

Parosil Siapkan Kopi Robusta Lambar ke Panggung Nasional

Rabu, 9 Sep 2026 - 11:28 WIB

Bupati Lampura Hamartoni memberikan dukungan kepada PWI Lampung pada HPN dan Porwanas 2027 mendatang

Lampung Utara

Pemkab Lampura Siap Sukseskan HPN dan Porwanas 2027

Selasa, 8 Sep 2026 - 20:21 WIB