Lampung Utara dan Pembangunan yang Berhenti di Meja Rapat

- Jurnalis

Rabu, 31 Desember 2025 - 06:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serambi Lampung.com – Janji pemerataan infrastruktur di Lampung Utara kembali runtuh secara harfiah. Sepanjang 2025, sebanyak 24 paket proyek jalan dan jembatan gagal direalisasikan, meski anggaran sudah diketok dalam APBD dan kebutuhan masyarakat kian mendesak.

Simbol paling telanjang dari kegagalan itu ada di Jembatan Way Umban, Kotabumi Selatan. Jembatan yang dijanjikan akan diperbaiki kini ambrol diterjang banjir tahunan. Bukan sekadar rusak, tapi berubah menjadi ancaman keselamatan. Warga sudah melihat pengukuran, dokumentasi, dan janji. Yang tersisa hanya lubang dan kekecewaan.

Ironisnya, anggaran sekitar Rp800 juta sudah tersedia. Proyek kandas dengan alasan Dana Bagi Hasil (DBH) belum cair. Padahal, potensi DBH Lampung Utara disebut mencapai Rp70 miliar dan menjadi dasar penyusunan APBD 2025. Pertanyaannya sederhana: jika sumber dana sudah dihitung, mengapa eksekusi tak pernah menyentuh tanah?

Baca Juga :  Nama PWI Lampura Dicatut, Minta Sumbangan ke Kades dan Camat

Dinas teknis berdalih waktu mepet dan kualitas pekerjaan. Pengendalian proyek baru berjalan Oktober, saat lelang pun belum dimulai. Alasan ini justru membuka borok utama: perencanaan yang terlambat dan lemahnya kendali sejak awal tahun anggaran—sepenuhnya berada di tangan dinas itu sendiri.

Baca Juga :  DAK Disdik Lamsel Tahun 2025 Belum Jelas

Pemerintah daerah menyebut proyek hanya ditunda dan akan dikerjakan awal 2026. Namun bagi warga, penundaan bukan soal administrasi. Setiap hari tanpa perbaikan berarti risiko kecelakaan, hambatan ekonomi, dan kepercayaan publik yang makin tergerus.

Kegagalan ini menunjukkan masalah Lampung Utara bukan sekadar soal dana. Masalahnya ada pada tata kelola, kepemimpinan, dan keberanian menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas.

Jika janji terus diukur tapi tak pernah dibangun, yang ambrol bukan hanya jembatan, melainkan wibawa pemerintah itu sendiri.

Redaksi: Serambi Lampung.com

Follow WhatsApp Channel serambilampung.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kantah dan BPPRD Lamsel Lakukan Studi Tiru Pemanfaatan Peta ZNT Ke Kota Jambi
Hidayatullah M.Pd MM Kembali Pimpinan Perhimpunan Al-Irsyad Wilayah Propinsi Lampung
Kades Pematang Baru Masih Kosong
Wirahadikusumah Kantongi 444 Dukungan, Bakal Calon Ketua PWI Lampung Tunggu Verifikasi
Sudah Setor Rp496 Juta, Aset Tetap Dilelang Rp621 Juta, Warga Lampung Barat Keberatan
Kantah Lampung Selatan Luncurkan Inovasi Perintis
PWI Lampung Selatan dan Grand Elty Krakatoa Buka Peluang Kolaborasi
Kantah Lampung Selatan Partisipasi Dalam Percepatan Integrasi NIB dan NOP
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kantah dan BPPRD Lamsel Lakukan Studi Tiru Pemanfaatan Peta ZNT Ke Kota Jambi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Hidayatullah M.Pd MM Kembali Pimpinan Perhimpunan Al-Irsyad Wilayah Propinsi Lampung

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Kades Pematang Baru Masih Kosong

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Sudah Setor Rp496 Juta, Aset Tetap Dilelang Rp621 Juta, Warga Lampung Barat Keberatan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Kantah Lampung Selatan Luncurkan Inovasi Perintis

Berita Terbaru

Oplus_131072

Lampung Selatan

Kades Pematang Baru Masih Kosong

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:57 WIB

Blog

Iklan Kehilangan

Kamis, 22 Okt 2026 - 10:50 WIB