Aktivitas Paluma Nusantara di Perpanjang

- Jurnalis

Rabu, 18 Juni 2025 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nanang Priyatna dari Paluma Nusantara tengah memberikan sosialiaasi lokakarya, Rabu, 18 Juni 2025, di Aula Krakatau Kantor Bupati Lamsel. (Foto.Juwantoro)

Nanang Priyatna dari Paluma Nusantara tengah memberikan sosialiaasi lokakarya, Rabu, 18 Juni 2025, di Aula Krakatau Kantor Bupati Lamsel. (Foto.Juwantoro)

SERAMBI LAMPUNG – Aktivitas Paluma Nusantara di Kabupaten Lampung Selatan diperpanjang atau masuk ke Sprint Fase II.

Hal ini terungkap dalam acara lokakarya sosilalisasi program memperkuat kemitraan untuk ketangguhan masyarakat (Mitra Tangguh) Program Strengthening Partnership For Community Resilience In Indonesia And
Timor Leste II (Sprint II), Rabu, 18 Juni 2025.

Project Manager Sprint Nanang Priyana, menyampaikan, keberadaan pihaknya diperpanjang selama 20 bulan mulai Juni 2025 – Januari 2027 atau melaksanakan sprint II.

“Kami sampaikan ucapan terima kasih atas dukung dari pemerintah daerah, pemerintah desa serta partisipasi dari masyarakat, khusunya di Desa Canti dan Rajabasa yang merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Dia menambahkan, Sprint II sebagai langka penyempurnaan fase I. Oleh sebab itu, diharapkan semua pihak dapat mendukung agar program ini dapat terus berjalan.

Baca Juga :  Empat Pejabat di Lingkup Pemkab Lamsel Tidak Ikut Uji Kompetensi

Sementara itu, Plh Sekertaris Bappeda Lampung Selatan Andi Nurizal, ketika membacakan sambutan Bupati Lamsel menyampaikan, jika Strengthening Partnerships for Community Resilience in Indonesia and Timor-Leste (Sprint) merupakan inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat berbasis komunitas, dan mendorong kemitraan lintas sektor, antara masyarakat, pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan relawan.

Menurut dia, melalui pendekatan Community-Based Disaster Risk Management (CBDRM) atau Manajemen Resiko Bencana Berbasis Komunitas, program ini menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam pengurangan resiko bencana.

“Pada fase pertama, program ini telah dilaksanakan di Desa Canti dan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, sejak Desember 2023 hingga Maret 2025. Hasil evaluasi menunjukkan partisipasi aktif masyarakat secara signifikan mampu meningkatkan kesadaran dan kapasitas dalam mitigasi resiko bencana,”ujarnya.

Baca Juga :  Kantor Pertanahan Lampung Selatan Mendukung Kejati Lampung dalam Pemberantasan Mafia Tanah

Dia menambahkan, berdasarkan evaluasi tersebut serta masukan dari masyarakat penerima manfaat, program kini dilanjutkan dalam bentuk Sprint II, dengan harapan menyempurnakan dan memperluas capaian yang telah diraih.

“Harapan kami bersama, program ini tidak hanya menjadi agenda proyek jangka pendek. Tapi, menjadi bagian dari gerakan kolektif membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana, menumbuhkan sinergi kuat antar pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan relawan, serta mendorong tumbuhnya budaya sadar bencana, yang lahir dan berkembang dari komunitas, untuk komunitas,”tegasnya. (MAN)

Follow WhatsApp Channel serambilampung.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lampung Selatan Melaju, Sentuhan Pembangunan Egi–Syaiful Berbuah Prestasi Nasional
Pemkab Lamsel Gelar Pembahasan Rencana Pembangunan Rindam XXI Radin Inten
PMI Lamsel Gelar Muskablub
Lampung Selatan Dapat Alokasi Pupuk Bersubsidi Capai 107.189 Ton
Bappeda Lamsel Gelar Konsultasi Publik
Menunggu Puluhan Tahun, Warga Jati Agung Akhirnya Melintasi Jalan Harapan
PPPK PW Lamsel Belum Terima Gaji
Pagu DD Tahun 2026 Turun Drastis
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 15:43 WIB

Lampung Selatan Melaju, Sentuhan Pembangunan Egi–Syaiful Berbuah Prestasi Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:46 WIB

Pemkab Lamsel Gelar Pembahasan Rencana Pembangunan Rindam XXI Radin Inten

Kamis, 22 Januari 2026 - 11:10 WIB

PMI Lamsel Gelar Muskablub

Rabu, 21 Januari 2026 - 13:14 WIB

Lampung Selatan Dapat Alokasi Pupuk Bersubsidi Capai 107.189 Ton

Rabu, 21 Januari 2026 - 13:08 WIB

Bappeda Lamsel Gelar Konsultasi Publik

Berita Terbaru