Kompor Ramah Lingkungan dari Kotabumi, Hemat Biaya dan Berdaya Ekonomi

- Jurnalis

Minggu, 7 September 2025 - 07:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG UTARA, SERAMBILAMPUNG – Kreativitas warga Lampung Utara kembali mencuri perhatian. Paino, warga Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Kotabumi Selatan, berhasil mengolah limbah oli bekas menjadi kompor alternatif yang hemat, ramah lingkungan, sekaligus bernilai ekonomi.

Bukan tanpa alasan, Paino memang lama berkecimpung di dunia kerajinan besi. Ia dikenal sebagai pengusaha las, pemilik usaha Sinar Wijaya, sekaligus Ketua Paguyuban Seniman Api Lampung (PSAL) Lampung Utara.

Berbekal keterampilan mengelas yang ia tekuni bertahun-tahun, Paino bersama rekan-rekannya melahirkan inovasi sederhana namun bermanfaat, yakni kompor berbahan bakar oli bekas.

“Selama ini oli bekas hanya jadi limbah dan mencemari lingkungan. Padahal, kalau diolah bisa menjadi energi alternatif yang berguna. Dari situlah saya dan kawan-kawan mencoba membuat kompor oli bekas,” tutur Paino, Rabu (3/9/2025).

Baca Juga :  SDC Penuhi Panggilan Polres, Bantah Tuduhan Pencabulan Anak di Bawah Umur

Kompor rancangan Paino dibuat praktis, kokoh, dan mudah digunakan untuk kebutuhan memasak sehari-hari. Bahan bakarnya pun melimpah, yakni oli usang dari bengkel-bengkel kendaraan yang biasanya terbuang percuma. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih hemat sekaligus ikut mengurangi pencemaran tanah dan air.

Lebih dari itu, inovasi ini juga membuka peluang usaha baru. Paino berharap produksi kompor oli bekas bisa menjadi salah satu solusi di tengah naik-turunnya harga LPG.

Baca Juga :  PWI Lampung Tekankan Pentingnya Skill dan Etika dalam Jurnalisme Berkualitas

“Bagi saya, inovasi ini bukan sekadar usaha, tapi juga bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” tambahnya.

Masyarakat yang ingin melihat proses pembuatannya secara langsung atau membeli produk bisa mendatangi kediaman Paino di Tanjung Harapan, Kotabumi Selatan. Ia dengan senang hati berbagi pengetahuan sekaligus memperkenalkan karya anak daerah yang patut dibanggakan.

Hadirnya kompor oli bekas karya Paino menjadi bukti nyata bahwa kreativitas lokal mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Dari limbah yang sering dianggap tak berguna, lahirlah energi baru yang hemat, bermanfaat, dan berdaya ekonomi. (***)

Follow WhatsApp Channel serambilampung.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Momen Idul Adha, Bupati Lampung Utara Open House Pererat Silaturahmi
19 Ribu BPJS Warga Lampung Utara Nonaktif, Dinsos Siapkan Jalur PBI Daerah
Bayu Iswari Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Umum HMI Cabang Kotabumi 2026–2027
Program Tebu 5.808 Hektare di Lampung Utara, Anggaran Miliaran tapi Vendor Tak Diketahui
Lampung Utara Catat 383 Kasus Perceraian hingga April 2026
Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN di Lampung Utara Berlanjut ke Tahap Sanksi
Jamaah Keluhkan Konsumsi pada Manasik Haji Lampung Utara
Taufik Hidayat Minta Lampung Utara Bangkit Lewat Prestasi Olahraga
Berita ini 102 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:58 WIB

Momen Idul Adha, Bupati Lampung Utara Open House Pererat Silaturahmi

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:47 WIB

19 Ribu BPJS Warga Lampung Utara Nonaktif, Dinsos Siapkan Jalur PBI Daerah

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:50 WIB

Bayu Iswari Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Umum HMI Cabang Kotabumi 2026–2027

Senin, 4 Mei 2026 - 11:55 WIB

Program Tebu 5.808 Hektare di Lampung Utara, Anggaran Miliaran tapi Vendor Tak Diketahui

Senin, 13 April 2026 - 21:13 WIB

Lampung Utara Catat 383 Kasus Perceraian hingga April 2026

Berita Terbaru