SERAMBI LAMPUNG – Prestasi olahraga tidak pernah lahir dari kebetulan. Ia tumbuh dari proses panjang, kerja sunyi, dan keputusan-keputusan strategis yang kerap luput dari sorotan publik.
Di Lampung, proses itu tengah dirajut oleh Pengurus Provinsi FORKI melalui langkah yang terbilang komprehensif menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Penataran Wasit dan Juri, serta Kejuaraan Daerah (Kejurda) secara simultan.
Bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung, langkah ini bukan sekadar rutinitas organisasi. Lebih dari itu, ia dipandang sebagai upaya serius membangun fondasi prestasi dari hulu, dari tata kelola, sumber daya manusia, hingga pembinaan atlet.
Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, menyebut tiga agenda tersebut sebagai pilar utama manajemen olahraga modern.
Rakerda menjadi ruang berpikir strategis untuk menyusun program kerja yang terukur dan berorientasi hasil. Penataran wasit dan juri memastikan keadilan pertandingan sekaligus kesiapan SDM lokal menghadapi dinamika aturan dan pendekatan sport science. Sementara Kejurda menjadi panggung awal bagi lahirnya talenta-talenta baru.
“Olahraga berprestasi tidak bisa hanya bertumpu pada atlet. Wasit, juri, pelatih, hingga sistem organisasinya harus tumbuh bersama,” ujar Taufik.
Di balik arena pertandingan dan sorak sorai, FORKI Lampung dinilai sedang menyiapkan masa depan. Targetnya jelas: menjadikan FORKI sebagai salah satu cabang olahraga andalan Lampung, khususnya menghadapi PON 2028 dan PON 2032. Harapan itu bukan tanpa dasar.
Sejumlah atlet Lampung telah menembus ajang SEA Games dan mencatatkan prestasi di PON sebelumnya, sebuah bukti bahwa potensi itu nyata.
Namun, Taufik mengingatkan, potensi hanya akan menjadi cerita jika tidak dirawat dengan sistem pembinaan berjenjang. Pembinaan usia dini, kompetisi berkelanjutan, serta peningkatan kualitas SDM menjadi kunci agar prestasi tidak bersifat insidental.
“Kita ingin pembinaan atlet muda berjalan terus-menerus. Dari sini kita berharap lahir regenerasi yang kuat dan konsisten,” katanya.
KONI Lampung pun berharap sinergi dan koordinasi antara induk organisasi dan cabang olahraga terus diperkuat.
Sebab di balik medali dan podium, ada kerja panjang yang menuntut disiplin, visi, dan keberanian mengambil langkah strategis sejak dini.
Di Lampung, fondasi itu sedang disusun. Perlahan, terukur, dan jika konsisten siap mengantarkan FORKI menuju panggung yang lebih besar.(red).









