Serambi Lampung.com – Menjadi tua bukan berarti harus akrab dengan sakit-sakitan. Di UPTD Puskesmas Kalianda, Lampung Selatan, para lanjut usia justru didorong agar tetap sehat, aktif, dan mandiri melalui sebuah inovasi bernama PETA RAHASIA (Pelayanan Terpadu Ramah Lansia).
Program yang mulai dijalankan sejak 2024 itu lahir dari kenyataan yang sering dihadapi para lansia. Banyak di antara mereka kesulitan datang ke fasilitas kesehatan karena kondisi fisik yang mulai menurun, keterbatasan mobilitas, hingga minimnya pendampingan keluarga.
Alih-alih hanya menunggu pasien datang, Puskesmas Kalianda memilih menjemput kebutuhan mereka. Pelayanan kesehatan dibuat lebih dekat, lebih ramah, dan lebih menyeluruh sehingga para lansia tetap bisa memperoleh pemeriksaan secara rutin.
Melalui PETA RAHASIA, layanan kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan. Program ini juga menitikberatkan pada upaya pencegahan penyakit, pemantauan kondisi kesehatan secara berkala, hingga menjaga kebugaran agar para lansia tetap produktif menjalani aktivitas sehari-hari.
Inovasi tersebut diperkuat oleh tiga program pendukung. Pertama, PIRING KETAN LANSIA, layanan skrining kesehatan rutin untuk mendeteksi penyakit sejak dini sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Kemudian ada SELASIH MANIS, kegiatan senam sehat yang dipadukan dengan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Tak sekadar berolahraga, para peserta juga memiliki ruang untuk berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga semangat hidup melalui kebersamaan.
Sementara bagi lansia yang sudah tidak memungkinkan datang ke puskesmas, tersedia SALAM LANSIA, layanan kunjungan tenaga kesehatan ke rumah. Dengan cara ini, pemeriksaan kesehatan tetap bisa dilakukan tanpa membebani para lansia yang memiliki keterbatasan bergerak.
Kepala UPTD Puskesmas Kalianda, dr. Luthfy Uly Marcelyne Sihite, mengatakan PETA RAHASIA bukan sekadar inovasi pelayanan kesehatan. Program tersebut merupakan wujud komitmen menghadirkan pelayanan yang lebih manusiawi dan berpihak kepada kelompok rentan.
“Keberhasilan program ini mutlak bergantung pada komitmen semua pihak. Sinergi antara tenaga kesehatan yang berdedikasi, aparatur desa yang memfasilitasi, serta partisipasi masyarakat menjadi fondasi utama dalam mewujudkan lansia yang sehat dan mandiri,” kata Luthfy, Jumat (17/7).
Baginya, menjaga kesehatan lansia bukan hanya memperpanjang harapan hidup. Lebih dari itu, setiap orang tua berhak menikmati masa senja dengan tubuh yang sehat, rasa aman, serta lingkungan yang peduli.
Melalui PETA RAHASIA, Puskesmas Kalianda ingin memastikan pelayanan kesehatan tidak berhenti di ruang pemeriksaan. Program ini menjadi gerakan bersama yang menghadirkan perhatian, kepedulian, dan harapan agar setiap lansia tetap menjalani hari-harinya dengan sehat, bermartabat, dan bahagia.
(Red).









