SERAMBI LAMPUNG.com – Persiapan atlet biliar Lampung menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Nasional (PON) masih dibayangi persoalan mendasar.
Di tengah meningkatnya aktivitas kompetisi, Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Lampung justru menghadapi keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas pembinaan.
Persoalan tersebut disampaikan pengurus POBSI Lampung saat beraudiensi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung di ruang kerja Wakil Ketua II KONI Lampung, Riagus Ria, Jumat (3/7).
Dalam pertemuan itu, Sekretaris POBSI Lampung, Hary Bangsawan mengatakan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah penambahan pelatih dan wasit yang memiliki lisensi resmi. Menurut dia, keterbatasan tersebut menjadi tantangan serius dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet.
“Untuk mengikuti kejuaraan nasional, kami masih kekurangan pelatih berlisensi. Saat ini POBSI Lampung hanya memiliki satu pelatih yang memiliki lisensi resmi,” kata Hary.
Ia menjelaskan, pembinaan atlet biliar di Lampung selama ini masih mengandalkan inisiatif masing-masing atlet. Sebagian besar atlet mengasah kemampuan melalui latihan mandiri dan mengikuti berbagai turnamen sebagai ajang menambah pengalaman bertanding.
Di sisi lain, Lampung dalam beberapa tahun terakhir cukup sering dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan biliar tingkat nasional hingga internasional. Kondisi itu, menurut Hary, seharusnya diimbangi dengan ketersediaan pelatih dan wasit berlisensi yang memadai agar kualitas pembinaan maupun penyelenggaraan pertandingan terus meningkat.
“Karena itu kami berharap ada dukungan dari KONI untuk memfasilitasi pelatihan dan sertifikasi pelatih maupun wasit. Kebutuhan ini sudah cukup mendesak,” ujarnya.
POBSI Lampung juga mengusulkan penambahan sarana latihan berupa meja carom dan snooker. Pengadaan fasilitas tersebut dinilai penting untuk membuka peluang lahirnya atlet-atlet pada nomor carom, snooker, dan english billiards yang selama ini belum berkembang optimal di Lampung.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Ketua II KONI Lampung, Riagus Ria, mengatakan setiap kebutuhan cabang olahraga akan dipetakan dan disusun berdasarkan skala prioritas agar pembinaan berjalan lebih efektif.
“Kita tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan secara bersamaan. Namun, cabang olahraga yang masih kekurangan pelatih berlisensi akan menjadi perhatian. Kita dorong agar pelatihan tingkat nasional dapat diselenggarakan di Lampung sehingga lebih banyak pelatih dan wasit yang memperoleh lisensi,” ujar Riagus.
Menurut dia, pemetaan kebutuhan seluruh cabang olahraga menjadi bagian dari strategi KONI Lampung dalam memperkuat pembinaan atlet menuju BK PON hingga PON. Dengan mengetahui kondisi riil di lapangan, program yang dijalankan diharapkan lebih tepat sasaran.
“Target kita bukan hanya memenuhi kebutuhan organisasi, tetapi memastikan pembinaan atlet berjalan lebih baik sehingga prestasi olahraga Lampung terus meningkat di tingkat nasional,” kata Riagus. (Lim).









