SERAMBI LAMPUNG- Semangat kebersamaan dan gaya hidup sehat mewarnai peringatan Hari Jadi Provinsi Lampung ke-62 tahun 2026. Ketua Perwosi Provinsi Lampung, Batin Wulan Purnama Sari Mirza, secara resmi membuka lomba senam “Payu Kidah” di Gedung Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua IV KONI Lampung, Ahmad Chrisna Putra, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung, Mery Herika Sari, menjelaskan senam Payu Kidah bukan sekadar aktivitas fisik. Secara filosofis, istilah tersebut merupakan ajakan untuk bergerak lincah dan dinamis.
“Istilah ini mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat Lampung dalam menjaga kebugaran jasmani sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya daerah melalui aktivitas fisik yang menyenangkan,” kata Mery.
Lomba ini diikuti 24 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Lampung serta perwakilan Perwosi dari 13 kabupaten/kota. Para peserta tampil atraktif dengan kostum unik dan kreatif, menambah semarak suasana.
Kekompakan gerakan peserta dinilai langsung oleh juri nasional bersertifikat, sehingga kompetisi berlangsung profesional dan kompetitif.
Dalam sambutannya, Batin Wulan menegaskan kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga ruang ekspresi sekaligus sarana mempererat persatuan masyarakat.
“Esensi utama dari perlombaan ini adalah mempererat silaturahmi dan menjaga sportivitas. Kita ingin pola hidup sehat menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Lampung Maju,” ujarnya.
Selain kompetisi, Perwosi juga mengemban misi untuk mensosialisasikan senam Payu Kidah ke seluruh 15 kabupaten/kota di Lampung. Peran perempuan dinilai strategis sebagai motor penggerak olahraga, mulai dari lingkungan keluarga hingga ruang publik.
Panitia menyiapkan berbagai kategori penghargaan, mulai dari juara utama hingga kategori khusus seperti kostum terbaik, terfavorit, dan penampilan terheboh. Sejumlah doorprize menarik seperti sepeda, blender, setrika, hingga kipas angin juga disiapkan untuk peserta.
Acara ditutup dengan suasana penuh keceriaan, termasuk pantun yang disampaikan Batin Wulan untuk mengajak masyarakat tetap bugar dan bahagia. Senam Payu Kidah pun kian mengukuhkan diri sebagai ikon baru kebanggaan masyarakat Lampung.(rls).









