SURABAYA – Kejuaraan Atletik Jawa Timur Open 2026 yang berlangsung di Lapangan Atletik Oentoeng Poedjadi, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), pada 1–3 Mei 2026, menjadi ajang pembuktian bagi atlet-atlet Lampung di level nasional.
Hasilnya, kontingen Lampung berhasil mengoleksi satu medali emas dan tiga perak dari sejumlah nomor yang diikuti, yakni lempar cakram, lontar martil, jalan cepat, dan lari gawang.
Pada hari pertama, Malik Ibrahim membuka perolehan medali dengan meraih perak di nomor lempar cakram putra.
Memasuki hari kedua, Lampung menambah raihan melalui nomor lontar martil. Dedi Yusuf tampil dominan dengan lemparan sejauh 51,86 meter yang mengantarkannya meraih medali emas. Malik kembali menyumbang medali perak dengan catatan 50,37 meter, sementara perunggu diraih atlet PASI Kota Kediri, M Yudan, dengan lemparan 41,72 meter.
Di hari terakhir, dua atlet kelompok usia 18 tahun turut tampil. Muhammad Hafiz yang turun di nomor jalan cepat 5.000 meter U-18 belum mampu menembus posisi teratas.
Sementara itu, Landrycus Bryan Vrilliyano menunjukkan performa impresif di nomor lari gawang 110 meter putra. Ia finis di posisi kedua dengan catatan waktu 14,86 detik, terpaut dari Fandofa Aditya Javas asal Jawa Timur yang meraih emas dengan waktu 14,46 detik. Medali perunggu diraih Ainul Yaqi Ahmad Aris dari PASI Mojokerto dengan waktu 14,99 detik.
Secara keseluruhan, capaian ini dinilai sebagai perkembangan positif dalam pembinaan atletik Lampung yang terus menunjukkan peningkatan di level nasional.
Pelatih atletik Lampung, Okriyandi, menyebut kejuaraan ini sebagai ajang pemanasan sekaligus evaluasi bagi atlet senior usai jeda Ramadhan dan Idul Fitri.
“Hasilnya sudah cukup baik, namun tetap akan kami evaluasi secara menyeluruh untuk persiapan menuju PON 2028 agar performa atlet semakin tajam,” ujarnya.
Pelatih kelompok U-18, Andre Hariwibowo, juga menilai dua atlet muda yang diturunkan memiliki potensi besar untuk masa depan.
“Ini pengalaman pertama mereka di level nasional. Bryan sudah menunjukkan kemampuan yang baik, sementara Hafiz masih perlu pembinaan lebih lanjut. Keduanya diproyeksikan untuk PON 2032 saat Lampung menjadi tuan rumah,” kata Andre.
Keikutsertaan tim Lampung dalam kejuaraan ini mendapat dukungan dari Intan Group. Pimpinan Intan Group, Jeremy Gozal, menyebut ajang ini sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pembinaan atlet.
Ketua Umum PASI Lampung periode 2026–2030, Gunawan Raka, turut mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara atlet, pelatih, dan pengurus.
“Prestasi ini menjadi modal penting untuk menyusun program pembinaan yang lebih terarah menuju PON 2028 dan PON 2032,” ujarnya. (Tim/Red).









