Tak Lepas Tangan, Owner Sanggar Beach Ganti Mobil Pengunjung yang Hilang

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto: Ouner Sanggar Beach serahkan mobil pengantin pengunjung yang hilang di parkiran ( ist)

Poto: Ouner Sanggar Beach serahkan mobil pengantin pengunjung yang hilang di parkiran ( ist)

KALIANDA – Di tengah maraknya kasus kehilangan kendaraan di sejumlah tempat wisata, langkah yang diambil manajemen Sanggar

Beach Kalianda menjadi perhatian. Tidak memilih menghindar, pihak pengelola justru mengambil tanggung jawab langsung atas musibah yang dialami salah satu pengunjungnya.

Peristiwa itu bermula pada 1 April 2026. Rahayu, seorang pengunjung Sanggar Beach, kehilangan mobil saat berada di kawasan wisata pantai tersebut. Kasus itu sempat menimbulkan kekhawatiran, terutama soal keamanan pengunjung di lokasi wisata yang belakangan ramai dikunjungi wisatawan lokal.

Namun, di tengah proses hukum yang masih berjalan, owner Sanggar Beach, Yosef Fauzi, memilih mengambil langkah yang jarang dilakukan pengelola tempat wisata. Ia membuka komunikasi dengan korban dan berupaya mencari penyelesaian secara kekeluargaan.

Senin (26/5/2026), suasana di Sanggar Beach terlihat berbeda. Tidak ada ketegangan ataupun perdebatan. Di area pantai yang biasanya dipenuhi pengunjung, pihak manajemen menyerahkan satu unit kendaraan kepada Rahayu sebagai bentuk tanggung jawab dan dukungan mobilitas.

Baca Juga :  Brigjen (Purn) Amalsyah Tarmizi Angkat Kaki dari KONI Lampung, Ini Alasannya

“Hari ini kami bertemu dengan Mbak Ayu dan dari pihak Sanggar Beach sepakat memberikan dukungan satu unit kendaraan untuk membantu mobilitas korban kehilangan kendaraan,” ujar Yosef.

Mobil yang diberikan disebut memiliki tipe yang kurang lebih sama dengan kendaraan milik korban yang hilang. Bagi Yosef, langkah itu bukan sekadar mengganti barang, melainkan menjaga kepercayaan pengunjung terhadap tempat wisata yang ia kelola.

Di balik ramainya kafe dan indahnya panorama pantai, Yosef mengaku kejadian tersebut menjadi evaluasi besar bagi manajemen Sanggar Beach. Ia tidak menampik bahwa keamanan pengunjung merupakan tanggung jawab yang harus diperkuat.

Karena itu, manajemen berjanji melakukan pembenahan sistem keamanan secara menyeluruh. Kamera pengawas akan ditambah, begitu pula jumlah petugas keamanan di kawasan wisata.

“Selaku manajemen Sanggar Beach, kami akan memperketat dan menambah sistem keamanan, mulai dari CCTV hingga penambahan staf keamanan,” katanya.

Bagi Rahayu, penyelesaian yang dilakukan pihak pengelola menjadi bentuk itikad baik yang patut diapresiasi. Ia mengaku komunikasi dengan manajemen berjalan baik sejak awal kejadian.

Baca Juga :  Perjuangan Sengit di Samarinda, Taekwondo Lampung Koleksi 7 Medali

“Alhamdulillah kami berhubungan baik dan berupaya menyelesaikan semuanya secara kekeluargaan,” ujarnya.

Menariknya, meski pernah menjadi korban pencurian kendaraan, Rahayu mengaku tidak kapok datang ke Sanggar Beach. Ia bahkan tetap merekomendasikan lokasi wisata itu kepada masyarakat.

“Kalau untuk Pantai Sanggar Beach sendiri, saya pribadi merekomendasikan. Pantainya dan kafenya saya suka,” katanya sambil tersenyum.

Ia juga meminta masyarakat tidak langsung takut berkunjung akibat kejadian yang menimpanya. Menurut dia, musibah bisa terjadi di mana saja.

Kasus pencurian tersebut sendiri masih terus dikembangkan aparat kepolisian. Informasi terakhir, masih ada pelaku lain yang dalam pencarian.

Di tengah proses hukum yang berjalan, langkah yang diambil Sanggar Beach setidaknya menghadirkan pesan bahwa sebuah tempat wisata bukan hanya menjual pemandangan dan hiburan, tetapi juga kepercayaan dan rasa aman bagi pengunjungnya. ( Lim)

Follow WhatsApp Channel serambilampung.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KONI Lampung Minta ALTI Siapkan Atlet Jangka Panjang Menuju PON 2032
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Beri Bantuan Sosial untuk Tahanan Restorative Justice di Lapas Kalianda
Kasus Mbah Mujiran Diselesaikan Lewat Restorative Justice, PN Kalianda Alihkan Penahanan Jadi Tahanan Kota
KONI Lampung Bentuk Tim Sapras dan Api PON 2032, Status Tuan Rumah Bisa Dicabut Jika Gagal
Pendataan Haji 2027 Dimulai, Kementrian Haji dan Umroh Lamsel Verifikasi Calon Jemaah
Atlet Remaja IGATC Raih 2 Perak di DKI Invitasi Open 2026
Semangat Hardiknas, Gubernur Lampung Dorong Generasi Muda Bangga Berbahasa Lampung
Eko Agung Saputra Nahkodai PBSI Lampung 2026-2030, Siap Bidik Prestasi PON 2032
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:18 WIB

Tak Lepas Tangan, Owner Sanggar Beach Ganti Mobil Pengunjung yang Hilang

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:36 WIB

KONI Lampung Minta ALTI Siapkan Atlet Jangka Panjang Menuju PON 2032

Senin, 25 Mei 2026 - 19:24 WIB

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Beri Bantuan Sosial untuk Tahanan Restorative Justice di Lapas Kalianda

Senin, 25 Mei 2026 - 18:05 WIB

Kasus Mbah Mujiran Diselesaikan Lewat Restorative Justice, PN Kalianda Alihkan Penahanan Jadi Tahanan Kota

Senin, 25 Mei 2026 - 16:48 WIB

KONI Lampung Bentuk Tim Sapras dan Api PON 2032, Status Tuan Rumah Bisa Dicabut Jika Gagal

Berita Terbaru

Ketua KONI Lampung saat audiensi dengan Pengurus Provinsi Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Lampung (dok HUMAS KONI)

Bandar Lampung

KONI Lampung Minta ALTI Siapkan Atlet Jangka Panjang Menuju PON 2032

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:36 WIB