SERAMBI LAMPUNG – Korban dugaan keracunan akibat mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, terus bertambah.
Selain menimpa 11 pelajar MI Ma’arif Desa Pematang Pasir, salah seorang anggota keluarga penerima manfaat juga terpaksa dilarikan ke puskesmas terdekat karena mengalami gejala sakit perut (mules) usai memakan masakan dari dapur MBG.
Budiyanto (40), suami dari salah satu warga penerima manfaat MBG kategori B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD) menjadi korban.
Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa Budiyanto ini bermula saat ia mengonsumsi paket MBG dari SPPG Dapur 03 Pematang Pasir. Dapur umum tersebut merupakan penyedia yang sama dengan yang memasok MBG ke sekolah MI Ma’arif.
Istri Budiyanto sebenarnya tercatat sebagai penerima manfaat B3 resmi. Namun, karena sang istri tidak menyukai menu MBG tersebut, Budiyanto akhirnya berinisiatif menyantap makanan tersebut.
Nahas, 30 menit setelah mengonsumsi makanan tersebut, Budiyanto langsung mengalami gejala sakit perut hebat. Diduga kuat akibat keracunan, ia pun langsung dilarikan ke Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Ketapang untuk mendapatkan perawatan secara intensif.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Serambi Lampung. com, Budiyanto hingga kini masih menjalani perawatan medis di Puskesmas Ketapang.
Di sisi lain, sebagian besar siswa yang sempat diduga mengalami keracunan kini kondisinya mulai membaik dan sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
Dari total 11 siswa yang terdampak, 10 di antaranya sudah rawat jalan. Sementara itu, satu siswa lainnya masih harus dirawat di puskesmas bersama Budiyanto.
Sumber terpercaya, mengatakan pada Kamis, 17 September 2026 mengabarkan bahwa, beberapa siswa yang sempat mengalami gejala sakit perut dan muntah-muntah usai menyantap MBG, sudah mulai kembali bersekolah.
“Meskipun demikian, ada juga siswa yang belum masuk sekolah karena belum diizinkan oleh orang tua mereka untuk memulihkan kondisi, ” ujarnya.

Merespons kejadian ini, Camat Ketapang, Sri Mahendra KD, langsung turun ke lapangan untuk menjenguk para siswa dan korban dugaan keracunan MBG.
Ditemani Kasi Ekobang Kecamatan Ketapang, Sri Mahendra menjenguk EC siswa kelas IV MI Ma’arif, yang sempat mendapatkan perawatan medis usai menyantap menu MBG. (MAN)









